Uji Coba Vaksin Covid-19 Diklaim Memicu Antibodi

Vaksin Covid-19 terus dikembangkan untuk melawan virus ganas (Istimewa)

KBRN, Jakarta : Pengembangan vaksin untuk melawan wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19) yang dilakukan di China (Tiongkok) diklaim berhasil memicu terbentuknya antibodi penawar pada puluhan pasien dalam uji klinis tahap awal.

Kandidat uji coba vaksin sebelumnya juga diinduksi dengan antibodi yang mengikat pada sebagian besar pasien corona yang telah terjangkit 28 hari.

"Hasil ini merupakan tonggak penting. Namun harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tantangan dalam pengembangan vaksin Covid-19 belum pernah terjadi sebelumnya, dan kemampuan untuk memicu respons kekebalan ini tidak selalu menunjukkan bahwa vaksin tersebut akan melindungi manusia dari Covid-19," kata Wei Chen, profesor di Institut Bioteknologi Beijing dan pemimpin penelitian seperti dikutip CNBC Internasional, Sabtu (23/5/2020). 

Uji coba fase pertama yang diterbitkan Jumat lalu di jurnal kesehatan “The Lancet” sebagai kandidat vaksin covid-19 terpantau aman dan vaksin dapat ditoleransi dengan baik pada tubuh kandidat vaksin. 

Sementara itu, vaksin potensial lainnya adalah CanSino Biologic, yang disebut Ad5-nCoV, telah disetujui untuk uji coba manusia pada Maret 2020.

Sedangkan uji coba dilakukan pada peserta berusia 18 hingga 60 tahun dan menerima dosis rendah, sedang atau tinggi. Ada 36 orang di masing-masing dari tiga kelompok dosis rendah, sedang dan tinggi.

Dalam uji coba vaksin ini, sebagian besar pasien umumnya melaporkan rasa sakit di tempat suntikan dan yang lainnya melaporkan demam, kelelahan, atau sakit kepala, kata para peneliti China.

Salah satu peserta yang menerima dosis yang lebih tinggi melaporkan demam yang parah bersama dengan gejala kelelahan yang parah, sesak napas dan nyeri otot. Reaksi berlangsung selama kurang dari 48 jam. 

Berkaitan dengan dosis tersebut, hasil uji coba ini memperlihatkan konsentrasi antibodi penawar, yang menurut para peneliti penting dalam memperoleh perlindungan terhadap virus, meningkat dengan kekuatan dosis.

Pada hari ke 28, setengah dari pasien dalam kelompok dosis rendah dan menengah menunjukkan antibodi penawar dibandingkan dengan tiga perempat pasien dalam kelompok dosis tinggi.

Selanjutnya, para peneliti sekarang melakukan uji coba fase dua dengan 500 pasien dimana mereka mencatat ukuran sampel yang kecil. Penelitian ini diperlukan sebelum vaksin dapat tersedia. 

Di sisi lain, temuan ini diterbitkan beberapa hari setelah perusahaan bioteknologi Moderna merilis temuan awal untuk vaksin potensial miliknya.Menurut data sejauh ini, Moderna mengatakan vaksin potensial miliknya menghasilkan antibodi penawar untuk delapan pasien. 

Selain itu, seluruh pasien (45 orang) dalam penelitian ini menghasilkan antibodi pengikat yang terlihat pada tingkat yang sama dari orang yang telah pulih dari virus, ungkap perusahaan tersebut.

Lebih dari 100 vaksin sedang dikembangkan secara global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Hingga saat ini setidaknya sudah ada delapan vaksin sedang dalam tahap uji coba pada manusia. Belum ada perawatan yang terbukti ampuh melawan Covid-19.

Namun para ilmuwan optimis vaksin untuk mencegah penyakit akan siap pada paruh pertama 2021 atau 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan Cina pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya.

Para ilmuwan berharap antibodi yang dihasilkan dari uji vaksin dapat memberikan beberapa tingkat perlindungan terhadap Covid-19.Namun sayangnya mereka belum dapat memastikan hal ini karena belum diteliti dan beberapa pasien terpantau telah kembali terinfeksi setelah pulih dari virus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00