Satukan Data Indonesia Di Progres Satu Pintu

KBRN, Sabang: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang, fungsikan Geo-spasial Infomasi Sistem (GIS) Studio Kota Sabang untuk mengelola data titik koordinat Geo-Spasial maupun non Geo-Spasial satu data.

Sejalan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang, Faisal Azwar, ST, MT, mengatakan Bappeda ditunjuk sebagai Sekretariat Satu Data Indonesia, baik mengelola data Geo-Spasial maupun non Geo-Spasial harus satu data semua.

Geo-spasial Infomasi Sistem (GIS) Studio Kota Sabang, kata Faisal, untuk melayani setiap stageholder dan masyarakat yang membutuhkan data Geo-Spasial untuk titik koordinat peta dasar dalam perencanaan pembangunan, dapat diperoleh di GIS Studio Bappeda agar tidak tumpang tindih data.

“Jadi setiap bangunan di atas bumi ini, harus punya data koordinatnya, karena beda peta dasarnya begitu kita salin ke peta dasar itu banyak tumpang tindih, jalan ada di kawasan pemukiman seperti itu,” dan

“termasuk data kependudukan dan BPS akan di Integrasikan, data penduduk kita harus tau titik koordinatnya,”

Faisal juga mengatakan, kini setiap perencanaan pembangunan infrastruktur (konstruksi) sudah harus berbasis menggunakan titik koordinat (koordinat system GCS 1984) untuk satu peta dasar yang sama di Kota Sabang,  untuk dijadikan Satu Data Indonesia.

“Jadi setiap data perencanaan itu harus dibuat lagi dengan titik koordinat dalam setiap pengusulan kegiatan, misal kita ingin membangun suatu gedung itu harus diberi dengan titik koordinat,” terang Faisal, diruang kerjanya. Senin (23/3/2020)

Selain itu, Geo-spasial Infomasi Sistem (GIS) Studio berfungsi selain untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.

Untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan. pelaksanaan. evaluasi. dan pengendalian pembangunan, sambung Faisal, perlu didukung dengan Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dibagipakaikan, serta dikelola secara seksama, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Untuk mendukung rekam data pembangunan infrastruktur di Kota Sabang, GIS Studio dilengkapi sarana sistem tehnologi digital, juga didukung dengan resever rekam data yang mempuni. (HBS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00