Perketat Perbatasan, Pemprov Diminta Gencar Sosialisasikan Pencegahan Covid 19 di Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu dinilai sejauh ini sudah sangat baik dan tepat dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah pendemi corona virus disease atau Covid 19.

Diantara langkah tersebut, meminta masyarakat menjalankan instruksi pemerintah, menjaga wilayah perbatasan dan pintu masuk dan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) serta lain-lainnya.

Hanya saja dari berbagai langhkah itu, diingatkan untuk tetap memaksimalkan petugas-petugas gugus tugas penanganan Covid 19 yang ditempatkan di posko perbatasan wilayah Provinsi Bengkulu dengan tetangga. Mengingat hal itu bisa mencegah orang yang diduga terpapar penyakit yang berasal dari Wuhan Cina ini, tidak sampai masuk ke wilayah Bengkulu.

“Dari wabah yang sudah masuk ke wilayah Bengkulu ini, Pemerintah Daerah melalui satuan tugas masing-masing agar lebih memperketat sembari sosialisasi himbauan pemerintah supaya gencar lagi kepada masyarakat,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, ketika menyikapi upaya antisipasi dan penanganan Covid 19 oleh Pemerintah Daerah di Bengkulu.

Dikatakan politisi PDIP ini, langkah sosialisasi dalam upaya pencegahan harus secara massif lagi kepada masyarakat baik yang ada di perkotaan hingga ke pedesaan. Sehingga pemahaman masyarakat di Bengkulu terkait Covid 19 ini, bisa lebih jelas lagi.

“Himbauan Pemerintah ataupun Pemerintah Daerah yang meminta masyarakat dapat mengurangi keluar rumah, juga harus sejalan dengan kebijakan untuk bantuan lainnya, karena dengan dirumah, tentu warga tidak bisa kemana-mana, termasuk menjalani pekerjaan hariannya. Itu perlu diperhatikan pemerintah dan pemerintah daerah. Apalagi Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan anggaran dana mencapai Rp. 30 milyar lebih untuk penanganan Covid 19 dan dampak yang ditimbulkannya,” ujar Ketua Fraksi PDIP ini, Selasa, (7/4/2020).

Lebih lanjut Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Kepahiang ini juga menekankan kepada Pemprov, agar dalam penggunaan dana untuk penanganan Covid 19 yang diambil dari realokasi dana APBD, supaya dalam penggunaan tepat sasaran, khususnya terkait penyaluran bantuan paket sembako yang akan diberikan. Mengingat pihak legislatif tidak menginginkan dana tersebut nantinya digunakan untuk kepentingan politik.

“Kita setuju penggunaan dana sebesar Rp. 30 milyar untuk penanganan Covid 19, dan bukan dialihkan ke yang lainnya. Oleh karena itu dalam penyaluran bantuan agar betul-betul di data dan selalu mengacu data kependudukan yang ada di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu. Ingat jangan pula sampai tumpang tindih, sehingga nantinya ada laporan masuk ke kita, ada yang dapat bantuan dan tidaknya. Itu tidak kita inginkan,” tutup Edwar Samsi.

Secara terpisah sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tidak perlu takut,namun tetap hati-hati dengan tingkat kedisiplian yang tinggi, menyatukan kekuatan dan kebersamaan.

Mengingat belajar dari negara dan daerah yang telah berhasil menghadapi penyebaran Covid-19, bukan karena peralatan yang canggih, juga bukan karena vaksinasi dan obat yang tersedia secara lengkap, tetapi berhasil mengubah prilaku masyarakatnya.

"Saya mengajak kepada kita semua, mari kita lawan dan cegah penyebaran Covid-19 dengan cara hindari betul berkerumun ditempat umum, tapi banyaklah berdiam diri di rumah masing-masing. Lakukan cuci tangan sesering mungkin pakai sabun dan pastikan kalau tangan kita tidak dalam kondisi steril, jangan pernah memegang mata, hidung dan mulut," pungkas Gubernur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00