Puluhan Wartawan Ikut Rapid Test, Hasilnya Negatif

BENGKULU, KBRN: Lega. Begitulah perasaan puluhan wartawan di Bengkulu yang pada Rabu (8/4) mengikuti Rapid Test yang difasilitasi Dinas Kominfo dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu usai mendapat kabar hasil tes yang menerangkan mereka semua negatif atau tidak terinfeksi virus corona.

Hasil negatif Rapid Test itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Rabu malam kepada semua wartawan yang mengikuti Rapid Test di Balai Kesehatan Provinsi Bengkulu. "Dari 58 jurnalis yang ikut Rapid Test, hasilnya non-reaktif atau negatif," ujar Herwan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu Sri Hartika menjelaskan Rapid Test ini untuk memberikan kenyamanan kepada para jurnalis di lapangan yang selama ini berperan aktif membantu pemerintah menyampaikan informasi dan edukasi terhadap masyarakat, sehingga tidak waswas dan khawatir terhadap kesehatannya di kondisi wabah Covid-19.

"Rapid Test yang diprioristaskan bagi wartawan lapangan yang merasa ada gejala klinis, yang pernah kontak dengan pasien positif, dan para wartawan yang ada riwayat perjalanan dari zona merah covid-19," ujar Sri Hartika.

Rapid Test ini juga sebagai tindak lanjut dari himbauan dewan pers agar pemerintah daerah memberikan perlindungan kerja wartawan khususnya yang meliput covid-19 dan event terkait.  

"Rapid test covid-19 atau corona ini hanya berlaku bagi wartawan, rapid test terkait covid-19 yang akan memprioritaskan orang-orang memiliki mobilitas tinggi seperti para jurnalis yang aktivitas kesehariannya mencari informasi untuk masyarakat," kata Pahlanasion, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Provinsi Bengkulu. 

Selain Rapid Test, Pemprov Bengkulu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu juga membagikan masker kain secara gratis kepada para wartawan hasil karya dari Balai Latihan Kerja Bengkulu. 

"Pemakaian masker ini menindaklanjuti seruan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah agar setiap masyarakat yang beraktifitas di luar rumah menggunakan masker sebagai upaya perlindungan diri. Dan diprioritaskan masker kain bukan masker medis," tegas Sri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00