Dinyatakan Sembuh, Kepulangan Nakes Suwarti Mengharukan

Bidan Suwarti sujud syukur setelah sampai di depan rumahnya
Ratusan warga menyambut kepulangan bidan Suwarti setelah menjalani perawatan Covid-19

KBRN, Sragen: Suwarti, salah satu pasien Covid-19 dari tenaga kesehatan (nakes) asal Sragen akhirnya dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, Jumat (22/5/2020). 

Masyarakat Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen yang mengatahui rencana kepulangan Suwarti sejak awal menyambutnya dengan gembira, bahkan sampai mengibarkan bendera warna-warni sepanjang jalan sekitar 1 kilometer menuju rumah bidan tersebut. 

Tangis haru pun pecah saat Suwarti turun dari mobil ambulans tepat di depan rumahnya. Suami dan anak-anaknya yang telah sabar menanti Suwarti sejak di karantina 26 April lalu, juga menangis bahagia. Suwarti pun lantas langsung bersujud memanjatkan syukur. 

"Banyak yang mendoakan saya. Ketika disambut sepeti ini saya terharu, masyarakat Jambanan begitu peduli sama saya,” kata Suwarti.

Suwarti mengaku, lega dinyatakan negatif berdasarkan tiga kali hasil swab.

Diungkapkan, selama menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen, tidak diperkenankan menjalankan puasa namun tetap melaksanakan ibadah.

"Pelayanan petugas medis juga sangat bagus dan perhatian. Saya tidak melihat berita yang serem-serem, takutnya berpengaruh pada kesehatan saya,” kata Suwarti.

Belajar dari pengalamannya, Suwarti berpesan, pada masyarakat lebih hati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, karena virus vorona berbahaya.

"Dan di luar dugaan atau siapapun berpotensi terjangkit," ujarnya, 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jambanan Sugino Wely menyatakan, sikap bersama masyarakat menyambut Suwarti adalah spontan.

Warga menujukkan rasa syukur sembari memastikan kepulangan bidan Suwarti berjalan lancar. 

”Semalam ada info dari suami bu bidan, dia pulang pagi ini dan masyarakat spontanitas menyambut,” tuturnya.

Dari peristiwa mengharukan ini, Sugino menyarankan, masyarakat secara umum dapat mencontoh sikap warga Jambanan tidak mengucilkan orang terpapar Covid-19. 

"Jangan sampai ada bully, mengucilkan. Apalagi seorang yang berprofesi tenaga medis yang seringkali membantu masyarakat sekitar," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00