Hilal di Mataram Teramati di Bawah Ufuk

KBRN, Mataram: Tim Rukyat Hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (22/5/2020), melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1414 Hijriah di Taman Rekreasi Loang Baloq, Kota Mataram.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag NTB Ida Suryati menyatakan, hasil pengamatan menunjukkan tinggi hakiki hilal sekitar minus 4 derajat, artinya masih jauh di bawa ufuk, sehingga tidak memungkinkan dapat diamati pada hari ini.

“Ini hasil seluruh tim pengamat hilal di NTB, maupun di seluruh titik pengamatan hilal di Indonesia yang berjumlah 82 titik,” kata Ida dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020). 

Ida menyatakan, selain faktor di bawah ufuk, dari data yang ada bahwa hilal lebih dahulu terbenam daripada matahari, sebaliknya hilal baru dapat termati dengan baik apabila terbenam setelah matahari terbenam dahulu. 

Dikatakan, berdasar kriteria telah ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) kriteria hilal untuk dapat dirukyat yaitu ketika berada di ketinggian 2 derajat, umur bulan sejak terjadinya ijtimak, yakni minimal 7 jam, dan jarak sudut matahari serta bulan 3 derajat. 

“Sementara hari ini, tingga hilal minus 4 derajat, dan umur bulan sudah kurang dari 7 jam 35 menit. Maka, dari 82 lokasi pengamatan di seluruh Indonesia, diperkirakan tidak akan ada yang berhasil melapor melihat hilal di sidang isbat di Kementerian Agama RI,” tutur Ida. 

Sementara itu, Plt Kanwil Kemenag NTB H Muhammad Amin mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan di Loang Baloq, awal bulan Syawal jatuh pada, Minggu (24/5/2020), atau jumlah hari pada bulan Ramadan 1414 Hijriah menjadi 30 hari (istikmal).

"Namun demikian, kami tetap menunggu hasil sidang isbat di Kementerian Agama RI setelah mendengar dan mempertimbangan hasil laporan tim rukyat di Indonesia,” kata Amin.

Dikatakan, Tim Rukyat Hilal Kanwil Kemenag NTB melakukan pengamatan hilal bersama dengan BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Biro Kesra Pemprov NTB, dan pimpinan organisasi.

Tim berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Ampenan dan pihak pengelola Taman Rekreasi Loang Baloq sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

Tim Rukyat Hilal Kemenag NTB sebelumnya melakukan perhitungan awal Syawal 1441 Hijriah, yakni menghitung terjadinya ijtimak yang baru terjadi Sabtu, pukul 1.38 WITA.

Dipihak lain, Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septhiadi menyatakan, secara teknis BMKG juga mengamati penentu awal bulan Syawal 1441 Hijriah melalui hilal dan matahari saat terbenam. Hasil ijtima menunjukan posisi hilal tidak berpotensi teramati. 

"Untuk itu keberadaan tim BMKG ikut membantu proses desiminasi informasi kepada masyarakat melalui siaran langsung pengamatan hilal di Loang Baloq melalui media sosial,” pungkasnya.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00