Pasien Positif Covid-19 Berusia 73 Tahun Sembuh

KBRN, Slawi: Satu orang pasien positif Covid-19 asal Desa Karanganyar Kecamatan Dukuhturi dinyatakan sembuh setelah dirawat selama satu setengah bulan di RSUD Kardinah di Kota Tegal.

Pemeriksaan swab yang keempat dan kelima dari pasien berinisial R (73) ini menunjukkan hasil negatif. Sehingga oleh pihak rumah sakit, R diperbolehkan pulang.

“Kesembuhan ini adalah harapan baru di tengah pandemi Covid-19, beliau sebagai pasien lanjut usia mampu melawan sakitnya ini dan saya berharap dua orang pasien positif Corona yang sedang dirawat segera menyusul sembuh," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal Joko Wantoro dalam pernyataan pers turut dihadiri Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (22/5/2020).

Joko mengungkapkan, kesembuhan pasien ini menjadikan kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sembuh bertambah menjadi 11 orang. Dua orang pasien Covid-19 sedang menjalani perawatan dan tiga orang meninggal dunia.

Dikatakan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada sembilan orang, tujuh orang yang dirawat berasal dari Kabupaten Tegal, sedangkan dua orang lainnya dari luar wilayah.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengaku, senang karena pasien lanjut usia merupakan kelompok rentan. 

Atas itu, Umi mengucapkan, terima kasih kepada tenaga medis RSUD Kardinah Kota Tegal yang telah bekerja merawat dan membantu proses kesembuhan pasien. 

Tak lupa pula, mengapresiasi keluarga pasien yang telah memberikan dorongan semangat dan tenaga kesehatan Kabupaten Tegal yang membantu dari sisi lainnya.

 “Kita hargai kerja para dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sudah berjuang melayani masyarakat, menyembuhkan pasien, termasuk saudara-saudara kita yang tidak mudik yang rela tidak pulang kampung demi keselamatan kita bersama.

Untuk diketahui,  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal telah melakukan rapid test pada sejumlah kluster, antara lain kluster kontak erat pasien positif Covid-19 sebanyak 591 orang, dimana tujuh orang dinyatakan reaktif, selebihnya non reaktif.

Pada kluster pelaku perjalanan dari wilayah episentrum sebanyak 87 orang. Hasilnya, dua orang reaktif dan selebihnya non reaktif. Sementara dari kluster tenaga kesehatan sebanyak 290 orang, tiga orang diantaranya reaktif dan selebihnya non reaktit. Kluster Gowa sebanyak 17 orang, dimana tiga orang reaktif dan selebihnya non reaktif.

Kemudian kluster Pondok Pesantern Temboro sebanyak 11 orang dan seluruhnya non reaktif.Menindaklanjuti hasil rapid test tersebut, Joko pun mengungkapkan, pihaknya melakukan pemeriksaan swab. Hasilnya ditemukan kasus terkonfirmasi positif yaitu tiga kasus dari kluster kontak erat, 12 kasus dari kluster pelaku perjalanan dan satu kasus dari kluster tenaga kesehatan," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00