Meski Dilarang, Warga Lotim Gelar Takbir Keliling

Takbiran.jpg

KBRN, Lotim: Meskipun dilarang berkerumun melakukan aktivitas takbir keliling namun sebagian warga di Lombok Timur (Lotim) tepatnya di Kecamatan Pringgasela tetap menjalan tradisi tahunan tersebut.

Terpantau anak-anak ceria dengan membawa miniatur masjid keliling kampung, sementara para orang tua juga mengikuti anak-anak mereka dengan mengumandangkan kalimat takbir, meskipun tidak secara menyeluruh mengenakan masker guna mencegah penyebaran Covid-19. 

"Kami tim gabungan sudah memberikan imbauan arak-arakan takbiran tidak boleh, tapi takbir keliling ini sudah berlangsung sehingga kami batasi waktu tidak lebih dari satu setengah jam, dengan memastikan protokol kesehatan diterapkan, selain itu mencegah tidak sampai ke jalan umum hanya cukup antar kampung," kata Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny di sela patroli memantau malam takbiran, Sabtu (24/5/2020).

Agus menyatakan, jumlah warga melakukan tradisi pawai takbir sangat berkurang tidak seperti biasanya. 

Dalam kesempatan itu, Agus meminta, masyarakat  agar melaksanakan takbir dan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing, sehingga tidak memunculkan kluster baru Covid-19.

“Mari kita ikuti dan laksanakan imbauan dan kebijakan pemerintah untuk takbiran, sholat Ied dirumah saja,” kata Agus.

Selain itu, ia mengimbau, warga tidak melakukan halal bihalal dengan cara bertatap muka langsung. Lebih baik, sambungnya, silahturahmi melalui media sosial, video call.

    

"Melalui media sosial yang ada seperti Facebook, WA, Instagram dan lainnya termasuk video call," pungkasnya. 

Sebelum melakukan patroli hingga menjumpai kerumunan massa menggelar takbir keliling di Kecamatan Priggasela, digelar apel gabungan di Polres Lotim diikuti Kodim 1615/Lotim, Polres Lotim, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00