Gandeng TNI, BPBD Bali Gencarkan Penyemprotan Disinfektan

KBRN, Denpasar : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menggencarkan penyemprotan disinfektan. Tidak hanya di perkantoran pemerintah maupun swasta, proses disinfeksi juga menyasar ruang publik. Langkah ini menjadi salah satu strategi mencegah penularan virus corona (COVID-19). 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menyampaikan, pihaknya menggandeng sejumlah potensi untuk penyemprotan disinfektan. Diantaranya adalah personel Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana, dan unsur desa se-Pulau Dewata. 

"Kami di posko satgas COVID-19 Provinsi Bali mendistribusikan dua jenis logistik kepada teman-teman kami BPBD kabupaten/kota. Kami mendroping sekurang-kurangnya 350 liter (disinfektan) per kabupaten, kurang lebih 70 jeriken. Jadi per jerikennya ada 5 liter. Ini dalam rangka antisipasi kepada masyarakat. Sehingga ketika masyarakat berbasis desa membutuhkan dukungan logistik terutama disinfektan dalam rangka penyemprotan, mereka dapat menghubungi BPBD kabupaten/kota setempat dalam rangka untuk mendapatkan hal itu," ungkapnya disela-sela proses disinfeksi di LPP RRI Stasiun Denpasar, Selasa (24/3/2020). 

"Tetapi mungkin karena keterbatasan, beberapa desa adat, desa dinas, kami lihat sudah melakukan upaya mandiri, apalagi ada penegasan dari Menteri Desa, Daerah Tertinggal, bahwa alokasi dana desa dapat dimanfaatkan dalam rangka upaya penanggulangan COVID-19. Ini sudah penegasan pusat, artinya tidak ada pilihan lain atau bahkan sudah ada payung bagi pemerintah desa melakukan upaya, langkah-langkah dalam penanggulangan COVID-19," sambungnya. 

Rentin menjelaskan, efek penyemprotan disinfektan akan bertahan hingga 3 hari. Berkaca dari hal itu, BPBD Provinsi Bali disebut telah memiliki stok setidaknya 6.000 liter disinfektan. 

"Ini harapannya untuk bisa menjangkau dan mengakomodir kebutuhan disinfektan. Ketika kita bergerak masif tiga hari sekali untuk sampai pertengahan bulan April. Kita melihat situasi dan kondisi, konteks pertengahan bulan April, asumsi kita astungkara dengan melewati tawur kesanga hari ini, kemudian Nyepi besok, astungkara wabah virus ini bisa berakhir. Sehingga asumsi sampai pertengahan April itu tidak sampai lah. Mudah-mudahan segera bisa berakhir wabah virus ini," tegasnya. 

Selain itu, masyarakat juga dapat membuat disinfektan mandiri. Rentin mengakui, pembuatan disinfektan rumahan ini memiliki khasiat yang sama. Oleh karenanya, ia pun mengimbau masyarakat untuk dapat membuat cairan disinfektan mandiri dirumah masing-masing. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00