Kemelut Distribusi dan 'Penumpang Gelap' Bansos 

antarafoto_pengemasan_paket_bansos_220420_mrh_8.jpg

KBRN, Jakarta : Persoalan Bantuan Sosial atau Bansos belakangan makin ruwet, karena ada penumpang gelap yang memanfaatkan paket bansos tersebut untuk tujuan kampanye Pilkada bulan Desember 2020.

Para politisi sejumlah calon pimpinan daerah sepertinya tidak kurang akal memanfaatkan berbagai situasi untuk kepentingan dirinya. Padahal sudah jelas, bantuan sosial itu benar-benar diarahkan bagi masyarakat terdampak kondisi akibat pandemik COVID-19. Penumpang gelap itu antara lain ditemukan di Lampung, Bengkulu, Klaten, dan Semarang.

Ketua Bawaslu Abhan menilai salah, bila ada pencantuman foto kepala daerah di kemasan Bansos tersebut. Sebenarnya pencantuman foto pimpinan daerah bukan saja terkait Pilkada.

Sementara itu, selain penumpang gelap, persoalan nama pada kemasan Bansos makin panjang setelah sejumlah pihak juga menyoroti sebutan Bantuan Presiden melalui Kementerian Sosial.

Menteri Sosial Juliari Batubara juga agak heran soal ini. Salah satu yang mempersoalkan adalah wakil ketua Fraksi PAN  DPR RI Saleh Daulay.

Ternyata soal nama dan sebutan saja sulit sekali di Indonesia ini.

Namun setidaknya ini menjadi hikmah agar lebih teliti. Ke depan, soal nama bantuan, terutama yang dikelola pemerintah, ada baiknya memang tidak perlu lagi menyebut nama instansi atau foto pihak tertentu. Sebut saja bantuan rakyat Indonesia, sebab anggaran bantuan itu toh semua anggaran dari rakyat yang dikelola pemerintah.

Kita bisa mencontoh Jepang saat memberikan bantuan yang bertuliskan From People Of Japan disertai lambang bendera negaranya, sehingga tidak ada yang mengklaim dan tidak dapat diklaim. Ini adalah bagian riak-riak kecil kemelut dan carut marutnya bantuan sosial di negeri ini.

Masih ada Pekerjaan Rumah lebih besar, yakni memastikan bantuan sosial itu tidak salah sasaran dan sampai kepada yang berhak. Sedangkan masyarakat yang berhak, harus dipastikan mendapat bantuan sosial bagi warga terdampak penanganan COVID-19.

Ditulis oleh Redaktur Senior Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00