Gagasan Penerapan BPJS Kesehatan Satu Kelas

antarafoto_kenaikan_iuran_bpjs_kesehatan_140520_sp_1.jpg

KBRN, Jakarta : Akhirnya pemerintah mulai memahami bagaimana mengelola BPJS Kesehatan secara lebih baik dan berkeadilan dengan gagasan satu kelas sama rasa sama rata. Hal ini setidaknya diungkapkan oleh Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional Muttaqien. Gagasan penerapan satu kelas adalah brilian di tengah berbagai persoalan dalam pengelolaan BPJS saat ini, termasuk salah satunya adalah kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurut Muttaqien, ke depan tidak ada lagi peserta mandiri dengan keikutsertaan kelas III, Kelas II atau kelas I. Semua akan disamaratakan dalam satu kelas. 

Ini harus didukung, sebab dengan model pengelolaan seperti ini, negara sering dibuat bingung dengan pengelolaan BPJS yang sering harus nombok. Ujung-ujungnya iuran dinaikkan. Dengan adanya gagasan satu kelas, maka seluruh warga negara, bila ingin dapat pelayanan BPJS Kesehatan, harus pada kelas yang sama dengan rakyat kebanyakan. Ini baru adil. Sehingga, bila mau kelas satu atau kelas mahal, bisa ikut asuransi lain atau bayar sendiri.

Selama ini BPJS dibuat bingung dengan aturannya sendiri. Bila demikian adanya, maka jelaslah aturannya, satu kelas untuk seluruh peserta mandiri. Kendati demikian penting juga dicatat, satu kelas sama itu, juga punya standar yang baik. Ibaratnya naik kereta api, ada kelas luxury, eksekutif, bisnis dan ekonomi premium serta kelas ekonomi biasa. Namun, serendah-rendahnya kelas di kereta api, tetap dapat kursi empuk, toilet bersih, dan AC pendingin udara. Ibaratnya begitulah untuk BPJS kesehatan ke depan. Kita dukung dan segera terbitkan peraturannya, karena kalau lama-lama bisa rancu lagi gagasannya.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00