H-1 Lebaran, Stok Gula Pasir Dibuka

KBRN, Jakarta: Kementerian Perdagangan akhirnya melakukan penambahan stok gula pasir demi menekan harga tinggi di pasiran. Walaupun, itu dilakukan H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Operasi pasar hari ini menggelontorkan 4 ton gula di Pasar Serpong dan 6 ton gula di Pasar Modern BSD City, Tangerang. Dengan operasi pasar ini, pasokan gula tercukupi dan diharapkan harga gula turun,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangannya di sela-sela operasi pasar, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Agus, masih tingginya harga gula pasir di pasaran disebabkan karena sejumlah faktor. Antara lain, rantai distribusi yang masih panjang, keterlambatan impor dan musim giling yang mundur.

“Harusnya musim giling sudah dilakukan bulan April, tapi mundur sampai Juni,” jelas Agus.

Selain itu, masih ada produsen dan importir gula yang menjual gula ke distributor dengan harga Rp 11.500/kg, sehingga dengan rantai distributor yang panjang, harga gula di tingkat konsumen jauh lebih tinggi. Pemerintah sudah menetapkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula untuk konsumen sebesar Rp. 12.500/kg.

“Kami juga akan terus melakukan pemantauan  dan akan menindak pelaku usaha yang nakal, yang menyebabkan harga gula sampai ke konsumen menjadi tinggi,” tegas Mendag.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany menyampaikan terima kasih atas operasi pasar gula yang dilakukan Kemendag di wilayahnya.

“Sebelum ada operasi pasar, saya cek harga gula pasir bervariasi mulai dari 18 ribu hingga 20 ribu rupiah per kilogram. Dengan adanya operasi pasar yang menjual gula pasir dengan harga 12.900 rupiah per kilogram, tentu ini akan membantu warga untuk memenuhi kebutuhan lebaran,” tukas Airin.

Sampai saat ini, Kementerian Perdagangan sudah menyalurkan sebanyak 36 ribu ton gula pasir melalui operasi pasar sepanjang bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00