Jadi Tukang Cuci, Endang Bersyukur Diberi Bantuan

Aksi peduli Gugus Tugas (GT) Covid-19 ATR/BPN terhadap masyarakat terdampak. (Foto: dok ATR/BPN)

KBRN, Jakarta: Sudah 2 bulan lebih, Indonesia terjangkit pandemi Covid-19. Virus ini menyebar dengan cepat, sehingga pemerintah perlu mencegah penyebarannya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Imbas pemberlakuan PSBB membuat banyak tempat usaha tutup sehingga menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama mereka yang berprofesi sebagai pengusaha kecil dan menengah (UKM), tukang ojek online (ojol), tukang parkir serta pekerja non formal lainnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), melalui Gugus Tugas (GT) Covid-19 ATR/BPN turut peduli terhadap kondisi yang dialami oleh masyarakat tersebut. 

Bersama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) serta Warung Sedekah, GT Covid-19 ATR/BPN menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya di wilayah Jabodetabek serta Kabupaten Karawang.

Bantuan sosial ini langsung diterima oleh masyarakat dengan sukacita dan penuh rasa syukur. Endang (68), warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang berprofesi sebagai tukang cuci bersyukur sekali atas bantuan sosial yang ia terima. 

“Alhamdulillah, senang, Pak. Apa yang saya terima ini bisa bantu untuk kehidupan sehari-hari karena pendapatan saya berkurang sejak ada Corona, pak," kata Endang, Sabtu (23/5/2020).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Udin (48), seorang pedagang keliling. Menurutnya bantuan sosial yang diterima ini sangat membantu, apalagi sejak ada pembatasan sosial, membuat ia kesulitan mencari nafkah. 

"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi orang-orang seperti kami, apalagi menjelang Lebaran. Terima kasih, semoga GT Covid-19 ATR/BPN diberikan kemudahan dalam menyalurkan kebutuhan kepada mereka yang membutuhkan," ujar warga Lenteng Agung tersebut.

Ketua GT Covid-19 ATR/BPN, Nurhadi Putra mengatakan bahwa bantuan sosial tersebut diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19, terutama dari sisi ekonomi. 

"Kami salurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang kesulitan mencari nafkah, terutama pada masa PSBB ini. Bansos diberikan berupa beras, minyak goreng, makanan instan serta beberapa kebutuhan lainnya," ujar Ketua GT Covid-19 ATR/BPN.

Bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat di wilayah yang tersebut di atas merupakan sumbangan dan donasi dari berbagai pihak. 

"Bantuan sosial tersebut merupakan sumbangan dari Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria, yang berupa sembako, bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, bantuan APD dari Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) serta terakhir berupa beras dan masker dari Masyarakat Ahli Survei Kadaster Indonesia (MASKI), yang baru kita terima beberapa hari yang lalu. Total jumlah yang diberikan sebanyak 4.500 paket sembako," kata Nurhadi Putra. 

"GT Covid-19 ATR/BPN berharap bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak Covid-19 serta memberikan kebahagiaan dalam menyambut Idul Fitri 1441 H," tambah pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Unit Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN.

Pada kesempatan ini, Ketua GT Covid-19 ATR/BPN juga mengimbau jajaran Kementerian ATR/BPN serta masyarakat agar mematuhi imbauan pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00