Petani Millenial Jadi Trend Positif

KBRN, Jakarta : Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. 

“Generasi milenial adalah masa depan sektor pertanian. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka,” paparnya. 

Pernyataan tersebut dipertegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi, Sabtu (23/5/2020), keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Salah satu Duta Petani Milenial asal Semarang, Shofyan Adi Cahyono adalah contohnya.

Shofyan Adi Cahyono adalah sosok petani yang sukses dan menjadi magnet bagi generasi milenial Kabupaten Semarang untuk terjun ke sektor pertanian,s eperti yang disampaikan Iswanto TP, Koordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Iswanto juga menyebut contoh lahirnya petani milenial lainnya yang juga mengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Manunggal di Kecamatan Jambu, Hadi Suprapto. 

“Saat ini Hadi bersama anggotanya  mengelola kopi mulai dari penanaman, panen, proses pembuatan jadi kopi bubuk kemasan, hingga warung kopi siap saji. Bahkan produk kopi Gunung Kelir sudah diekspor hingga Australia,” ungkapnya. 

Ada juga nama Siwi Andriani, petani milenial yang sedang mengembangkan usaha tanaman Sri Rejeki atau yang dikenal dengan sebutan Aglaonema. Sebagai tanaman yang di nobatkan sebagai andalan Kabupaten Semarang, Aglaonema  selama ini cocok dibudidayakan di wilayah Bandungan dan Ungaran serta Getasan yang berada di kaki gunung Merbabu dan Telomoyo.

Munculnya trend positif ini merupakan hasil pembinaan melalui kegiatan pelatihan, fasilitasi sarana rumah kemas dan sejumlah fasilitas lainnya.  Ke depan diharapkan lebih banyak  petani milenial yang muncul dengan komoditas berbeda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00