Belum 24 Jam Melahirkan, Ibu Muda asal Malang Berjuang Tes CPNS

KBRN, Surabaya : Menjadi salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN), adalah impian sebagian besar masyarakat di Jatim. Tak heran, jika lowongan CPNS selalu diserbu berlipat lipat pelamar, dibandingkan dengan jumlah posisi yang dibuka.

Berbagai perjuangan dilakukan para pelamar, ada yang berusaha dengan mempelajari berbagai contoh soal soal tes, bahkan ada yang membawa jimat keberuntungan. Bahkan, ada yang rela menahan sakit, untuk tetap mengikuti tes.

Seperti yang dialami Khoirotun, peserta CPNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2020. Dimana dirinya tetap mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar(SKD) berbasia komputer di Surabaya, selang sehari melahirkan.

"Kemarin itu ada satu orang itu, orang Malang, yang malamnya baru melahirkan, paginya langsung ikut tes," terang Kepala Dinas Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Nurkholis kepada RRI Surabaya, Jumat (14/2/2020).

Meski belum genap 24 jam pasca melahirkan, tidak menyurutkan Khoirotun untuk tetap melanjutkan salah satu seleksi yang harus dilalui demi menjadi abdi negara di bidang pendidikan. Perempuan berhijab ini, melaksanakan ujian dalam pengawasan medis.

"Jadi disana, masih agak demam. Kita bantu pakai selimut, kita bantu pakai kereta dorong, karena malamnya baru melahirkan, paginya langsung ikut tes CPNS," tambahnya.

Rupanya, perjuangan Khoirotun yang berkeinginan untuk menjadi Guru Bahasa Inggris ini tidak sia sia. Hasil tes sementara diperoleh, jika ibu muda ini dinyatakan lulus passing grade.

"Alhamdulillah di lolos passing grade, untuk formasi guru Bahasa Inggris," tuturnya.

Sementara itu, sampai dengan hari ke tujuh proses SKD CPNS Pemprov Jatim, BKD Jatim belum menemukan aksi kecurangan, seperti praktek perjokian. Selain itu, disiplin diterapkan panitia, dengan tidak memberi kesempatan bagi peserta yang datang terlambat.

CPNS di Jatim, tercatat sebanyak 57.314 pendaftar, dan dinyatakan telah memenuhi administrasi sebanyak 54.600. Dari jumlah tersebut, nantinya diambil dari jalur umum sebanyak 1.745, disabilitas 36 orang, dan cumlaud 36.

Keseluruhan formasi tersebut untuk posisi sebagai tenaga guru sebanyak 1.133 lowongan, tenaga kesehatan sebanyak 322 lowongan dan teknis 362 lowongan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00