Dikira Dapat Hadiah, M Nuh Tidak Ditahan

KBRN, Jakarta: M Nuh (46) pemenang acara lelang sepeda motor listrik ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp2.5 miliar untuk acara menyumbang dana bagi korban COVID-19, telah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi. 

Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi menyatakan, setelah dilakukan wawancara, ternyata bersangkutan tidak memahami cara pelelangan, justru mengira dirinya akan mendapatkan hadiah.

"Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang," kata Firman dilansir Antara, Kamis (22/5/2020). 

Firman mengungkapkan, M Nuh selaku pemenang lelang motor listrik ini, adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Ditegaskan, Nuh hanya dimintai keterangan di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ditahan maupun ditangkap sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi," tambahnya.

Sebelumnya, beredar kabar jika pengusaha yang memenangkan lelang motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Jokowi Widodo sebesar Rp2.5 miliar ditangkap polisi.  

Dalam informasi yang beredar, pengusaha yang ditangkap bernama M Nuh beralamat di Jalan Makalam, Pasar Jambi. 

Lelang motor ini sendiri dilakukan untuk mengumpulkan donasi penanggulangan wabah virus corona. Motor itu dinyatakan dibeli oleh M Nuh, pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi, seharga Rp2.55 miliar. 

Sedangkan total donasi yang terkumpul dari konser amal bersama Bimbo yang disiarkan di TVRI itu sekitar Rp4 miliar. 

(ilustrasi-foto istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00