Calon Penumpang Pesawat Harus Penuhi Aturan Terkait Covid-19

Calon penumpang pesawat jalani pemeriksaan Covid-19 di check point (Angkasa Pura II)

KBRN, Jakarta : Merebaknya wabah pandemi global Covid-19 di Indonesia sangat menyulitkan bagi mereka yang ingin bepergian, terutama bagi para penumpang dengan menggunakan moda transportasi pesawat komersial. 

Calon penumpang pesawat terbang yang sudah membeli atau mengantongi tiket sekalipun tidak secara otomatis akan bisa naik pesawat dan melakukan perjalanan udara, jika tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Calon penumpang pesawat juga harus memenuhi kriteria atau aturan ketat yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran No. 04/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Salah satunya mengatur tentang siapa saja yang dikecualikan sehingga dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara.

Adapun kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan, yaitu mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang, pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, serta kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, dan fungsi ekonomi penting.

Perjalanan juga diperbolehkan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau anggota keluarga inti terkena musibah.

Izin juga diberikan untuk WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi untuk kemudian melanjutkan ke daerah asal. 

Perjalanan juga boleh dilakukan oleh VIP/VVIP dan perwakilan negara asing.

Setiap orang yang masuk kriteria tersebut harus melampirkan dokumen-dokumen sebagaimana tercantum di dalam SE 04/2020 untuk diperbolehkan melakukan perjalanan.

Sebagai contoh, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pemeriksaan dokumen calon penumpang pesawat dilakukan di bandara oleh stakeholder antara lain Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), maskapai, dan institusi lainnya.

“Para penumpang diizinkan melakukan perjalanan dengan pesawat setelah mendapat clearance dari KKP, dan tentunya setelah menjalani berbagai pemeriksaan termasuk pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan,” kata Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi dalam siaran pers, Kamis (21/5/2020).

“Jadi calon penumpang pesawat yang sudah membeli tiket belum tentu otomatis bisa berangkat (ke tempat tujuan),” jelasnya. 

“Informasi dari KKP, sampai saat ini sudah lebih dari 100 orang yang sudah punya tiket tetapi tidak diizinkan berangkat karena dokumen tidak lengkap, surat keterangan tidak valid, atau kedaluwarsa,” terangnya. 

Sementara itu, terhitung mulai 15 Mei 2020 pihak Bandara Soekarno-Hatta menerapkan aturan baru dalam memproses keberangkatan penumpang pesawat rute domestik.

Hal itu berlaku di tengah pembatasan penerbangan untuk mencegah penyebaran virus Corona penyebab Covid-19.

Melalui prosedur baru tersebut, calon penumpang harus melewati empat titik pemeriksaan (check point) sebelum bisa melakukan penerbangan.

Setelah lolos dari empat (4) check point tersebut calon penumpang pesawat baru diperbolehkan naik pesawat.

Adapun check point di Bandara Soekarno-Hatta terdiri atas: 

1. Check point I untuk verifikasi dokumen perjalanan

2. Check point II pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan

3. Check point III validasi seluruh dokumen dan clearance dari KKP

4. Check point IV ketika penumpang check i

Penggunaan masker oleh calon penumpang dan physical distancing tetap diwajibkan di kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berdasarkan catatan PT Angkasa Pura II, penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dalam 10 hari terakhir kebanyakan melayani penumpang yang melakukan perjalanan dinas. 

“Dalam 10 hari terakhir atau pada 10 - 19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90 persen dari total jumlah penumpang setiap harinya,” tuturnya. 

Kriteria lainnya adalah mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi lalu melanjutkan penerbangan ke daerah asal,” tegasnya. 

Angkasa Pura II beserta pemangku kepentingan di Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen memenuhi ketentuan di dalam SE 04/2020” pungkas Agus Haryadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00