Penyaluran BLT Dana Desa Diberikan Secara Bertahap

Abdul Halim Iskandar (Foto : Antara)

KBRN, Jakarta : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta mengatakan sampai saat ini sudah ada 2.469.025 keluarga miskin yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Menurut Abdul Halim, jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari target 12 juta keluarga penerima manfaat secara keseluruhan. Maka dengan demikian proses penyaluran dana desa diberikan secara bertahap.

Hingga 21 Mei 2020 tercatat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) telah tersalur ke 23.963 desa. Total tersebut mencakup 43 persen desa yang sudah mendapat bantuan dana desa.

“Dalam sehari terjadi kenaikan penerima sebesar 815.345 keluarga miskin. Nilai dana desa yang disalurkan kepada warga mencapai kurang lebih Rp 1,48 triliun. Nilai ini naik kurang lebih Rp 489 miliar daripada hari sebelumnya,” kata Abdul Halim Iskandar dalam siaran persnya di Jakarta. Kamis (21/5/2020). 

Menurut Abdul Halim sampai Rabu 20 Mei 2020 terdapat lonjakan penyaluran BLT DD kepada 7.496 desa. Adapun sejumlah 55.260 desa sudah mendapatkan dana desa di rekening kas desa.

Dirinya menambahkan, sedangkan untuk BLT-DD yang masih diproses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setempat ada 5.437 desa.

“Ini juga segera tersalur ke rekening kas desa, hingga saat ini desa yang sudah melakukan pendataan keluarga miskin mencapai 62.063 desa. Angka tersebut naik 3.690 desa dari hari sebelumnya,” jelasnya. 

Adapun desa yang sudah melaksanakan musyawarah desa khusus mencapai 54.451 desa, atau 99% dari desa yang sudah mendapat dana desa. Angka ini juga menunjukkan kenaikan 5.332 desa dibandingkan hari sebelumnya.

Terdapat empat tahapan penyaluran BLT-DD, yaitu pendataan kekluarga miskin, musyawarah desa khusus untuk menetapkan daftar penerima BLT-DD, pengesahan bupati terhadap daftar usulan desa tersebut, dan diakhiri penyaluran BLT-DD.

Provinsi yang mampu menyalurkan BLT-DD tertinggi berurutan ialah Provinsi Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bali, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Tenggara.

Sebaliknya, provinsi yang paling rendah dalam persentase penyaluran BLT- DD berturut-turut masing-masing adalah Provinsi Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua dan Maluku Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00