G20 Rumuskan Rencana Aksi Hadapi Pandemi Global COVID-19

KBRN, Jakarta: Negara-negara yang tergabung dalam G20 tengah merumuskan rencana aksi untuk menghadapi pandemi global virus corona baru (COVID-19). Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan dunia tengah menghadapi resesi global akibat wabah COVID-19. 

Rencana aksi itu setelah para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20 bertemu melalui konferensi video, Senin (23/3/2020).

Sekretariat G20 menyatakan rencana aksi itu sebagai upaya mencegah kritik yang berkembang bahwa rencana aksi itu sebagai sebuah "pemadam kebakaran" di tengah melambatnya ekonomi global menyusul krisis sebagai dampak wabah virus COVID-19. 

Baca juga : Pengakuan Diplomat RI Kondisi Inggris di tengah Wabah COVID-19

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan rekan-rekannya sesama menteri keuangan setuju mengambil tindakan untuk mendukung ekonomi mereka sendiri dan berkoordinasi secara internasional sesuai kebutuhan. 

Ia memastikan AS bekerja erat dengan negara-negara G20, G7, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dalam menganggapi krisis akibat COVID-19.

"Ini adalah upaya tim untuk menanggulangi virus ini dan memberikan bantuan ekonomi," kata Mnuchin, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/3/2020). 

Mnuchin mendorong perlunya G20 dan bukan hanya G7 untuk bertemu setidaknya setiap bulan, sesuai kebutuhan untuk menopang kepercayaan global. 

"Harus ada komitmen material yang dieksekusi bagi seluruh dunia untuk melihat dan menilai hasil aktual, tanpa akuntabilitas, ini semua bisa sia-sia," tegasnya. 

Baca juga : Ribuan Dokter dan Perawat di Italia Positif Terjangkit Covid-19

Setelah pertemuan konferensi video ini digelar, para pemimpin G20 akan bertemu dalam pertemuan puncak luar biasa dalam beberapa hari mendatang karena virus COVID-19 ini terus menyebar dengan 337.500 orang terinfeksi di seluruh dunia dan lebih dari 14.600 orang tewas. 

Namun KTT yang diketuai Arab Saudi pada tahun ini akan rumit lantaran terjadi perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia. Selain itu tudingan AS dan bantahan Tiongkok mengenai asal usul virus COVID-19. (foto: Instagram/bahram_hemmati)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00