Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Perkembangan harga minyak dunia (global) turun (Source Oliprice.com)

KBRN, Jakarta : Pekembangan harga minyak mentah (Crude Oil) dunia atau global dilaporkan kembali mengalami penurunan hingga 5 persen hari ini, Jumat (22/5/2020). Harga minyak per hari ini adalah sebesar 34 Dolar Amerika (USD) per barel .

Menurut Reuters, penurunan harga minyak dunia salah satunya karena dipicu adanya ketegangan yang semakin meningkat antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). 

Penurunan harga minyak itu juga dipengaruhi adanya keraguan yang muncul terkait pertumbuhan pemulihan permintaan pasokan minyak akibat terdampak wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19).

Sementara itu, Pemerintah Tiongkok dilaporkan akan segera memberlakukan Undang-Undabg (UU) keamanan nasional baru di Hong Kong. Penerapan aturan ini membuat Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan Tiongkok agar tidak bersikap berlebihan terhadap Hong Kong. 

Sedangkan disisi lain, Pemerintah Tiongkok juga gagal menetapkan target pertumbuhan ekonominya sepanjang 2020 karena akibat wabah pandemi Covid-19.

“Minyak mentah Brent turun 1,72 USD per barel atau 4,8 persen menjadi 34,34 USD per barel hingga pukul 11:50 GMT. Setelah  turun menjadi 33,54 USD per barrel Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lagi 1,94 USD per barel atau 5,76 persen menjadi 31,98 USD per barel,” demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (22/5/2020). 

Stephen Brennock, broker dari PVM menjelaskan harga minyak dunia hari ini juga karena dampak perseteruan AS-Tiongkok.

“Investor sekali lagi harus bersaing dengan perang kata-kata (ketegangan) yang intensif antara AS dan China (Tiongkok)," kata Brennock.

“Coronavirus (Ciovid-19)  telah membatalkan satu dekade pertumbuhan permintaan minyak global dan pemulihan akan melambat," sambung Brennock.

Harga minyak anjlok atau merosot tajam sejak awal  2020. Itu ditandai dengan kenaikan harga minyak Brent yang mencapai level terendah dalam 21 tahun terakhir di bawah 16 USD per barel, pada April 2020. Sedangkan, harga minyak mentah AS juga sempat jatuh di bawah angka USD 0 (nol). 

Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar dan pengurangan pasokan, maka minyak Brent telah meningkat lebih dari dua kali lipat dan berada di jalur untuk kenaikan secara mingguan keempat berturut-turut.

“Pasar minyak belum keluar dari hutan. Kami menganggap kenaikan harga terbaru di pasar minyak menjadi berlebihan," kata Eugen Weinberg dari Commerzbank kepada Reuters.

Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ telah mencapai kata sepakat untuk mengurangi kemampuan pasokan produksi minyak. Salah satu caranya adalah dengan rekor hanya dibatasi sebesar 9,7 juta barel per hari sejak 1 Mei 2020, idan itu demi mendukung stabilisasi pasar harga minyak dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00