Mantan Produser Hollywood Diduga Tipu Bantuan Corona

Foto media indonesia

KBRN, Jakarta: Mantan produser Hollywood William Sadleir ditahan FBI atas dugaan penipuan demi mendapatkan dana dari bantuan penanggulangan Covid-19 dengan nilai US$30 juta atau setara Rp444,1 juta. 

FBI dan sejumlah agen penegak hukum lainnya menahan Sadleir pada Jumat (22/5/2020) setelah mendapatkan aduan dari California dan New York. 

Sadleir merupakan mantan kepala perusahaan distribusi film independen, Aviron Pictures, yang telah melepaskan jabatannya sejak tahun lalu. Namun Sadleir mengaku masih memegang jabatan di Aviron Pictures dan berdalih membutuhkan bantuan demi kelanjutan bisnis perusahaan distributor film itu di tengah wabah Covid-19.

Ia mengajukan aplikasi pinjaman bank dengan permintaan dana US$1,7 juta dari badan yang didirikan pemerintah untuk menggalang dana bantuan di tengah pandemi Covid-19.

"Tidak lama setelah menerima dana, sejumlah besar uang dialihkan ke rekening pribadi Sadleir dan digunakan untuk keperluan personal," tulis kutipan surat aduan yang diterima di California, seperti yang dikutip dari AFP, Sabtu (23/5/2020). 

Dalam surat itu dijabarkan bahwa sebagian uang tersebut digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit American Express milik Sadleir dan istrinya. Sebagian lainnya juga digunakan untuk membayar cicilan mobil.

Berdasarkan surat aduan lain di New York, Sadleir dituding terlibat dalam skema penipuan soal investasi Aviron Pictures dan entitas terkait lainnya.

"Ia bahkan bertindak lebih jauh dengan menyamar sebagai karyawan perempuan dari perusahaan berbasis di New York yang ia karang untuk membantu aktivitas ilegalnya," ujar Asisten Direktur FBI New York, William Sweeney Jr.

Jika terbukti bersalah atas aduan yang diajukan di California, Sadleir terancam hukuman penjara hingga 82 tahun. Sementara untuk tuntutan di New York, Sadleir terancam hukuman penjara 42 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00