AS dan Cina Masuk Perang Dingin II

Foto CNBC

KBRN, Jakarta: Amerika Serikat benar-benar terlibat dalam perang dingin baru dengan Cina. Senator Florida Rick Scott menuduh Beijing merencanakan dominasi dunia. 

Pemerintah Florida mengecam penanganan Beijing terhadap virus corona serta kebijakan ekonominya. Scott menyatakan bahwa Amerika dan Cina telah memasuki fase perang dingin dua.

“Mereka berada dalam dominasi dunia. Mereka mengambil pekerjaan kita, mereka mengambil teknologi kita, mereka disini bukan untuk membantu kita,” ungkap Scott seperti yang dikutip dari RT, Minggu (24/5/2020). 

Scott menyebut keputusan Beijing untuk tidak memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah Covid-19 di Wuhan sampai Januari karena disengaja. 

Anggota parlemen Florida, yang duduk di Komite Senat Angkatan Bersenjata dan Komite Keamanan Dalam Negeri, kemudian menyerukan AS untuk memberikan sanksi kepada Cina karena melanggar kemerdekaan Hong Kong. Sebaliknya, Cina menuduh AS sengaja memicu protes. 

Scott mewakili konsensus yang berkembang di AS, dengan mengancam Beijing menggunakan sanksi yang diperkenalkan. Sejumlah anggota Partai Republik mengatakan mereka akan menuntut pemerintah China karena dugaan perannya dalam pandemi virus corona. Hal tersebut karena Presiden Donald Trump telah berkecamuk di Cina selama pandemi. Trump mengancam akan  memutus seluruh hubungan dengan Beijing.

Sebuah dokumen menyatakan bahwa AS kini terlibat dalam kompetisi strategis jangka panjang dengan Beijing, dan akan mengarahkan militernya ke kompetisi ini. 

Sementara itu, tanggapan Beijing lebih halus. Di Hong Kong, Cina berusaha menggambarkan AS sebagai campur tangan dalam urusannya, dan konflik antara pengunjuk rasa dan otoritas daratan sebagai masalah internal. Sejak pandemi virus corona, Cina telah mengancam untuk menanggapi tindakan penanggulangan secara menyakitkan jika kongres menerapkan sanksi atau mengajukan tuntutan hukum. 

Secara global, ketika AS terus berurusan dengan lebih dari satu juta kasus aktif Covid-19, Cina telah melakukan serangan ofensif, pengiriman test kit dan peralatan pelindung ke negara-negara yang paling terpukul di Eropa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00