Perayaan Minggu Palma 2020 Tanpa Umat, Sungguh Berbeda Dari Tahun-Tahun Sebelumnya

KBRN, Kupang Perayaan Paskah Tahun 2020 dinilai Pastor Rekan di Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang Romo Eky Mada sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan tentang Perayaan Paskah Tahun 2020 sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, disampaikan Romo Eki Mada selaku Pastor Rekan dalam Khotbah Misa Minggu Palma Lima April 2020, di Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang melalui Live Streaming Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Menurut Romo Eky Mada, perayaan Paskah pada tahun 2020 ini terasa sungguh-sungguh berbeda.

Romo Eky Mada menjelaskan, biasanya Umat Katolik berkumpul, berhimpun bersama-sama, merayakan Ekaristi, bernyanyi bersama-sama lagu-lagu Gregorian, dan Menyambut Tubuh dan Darah Kristus, dan saling memberi salam usai Perayaan Ekaristi.

Terkait hal tersebut, Romo Eky Mada mengaku ada umat yang menyampaikan banyak hal terkait peristiwa Paskah Tahun 2020, bahkan ada yang menangis dan merindukan bertemu dalam Perayaan Ekaristi dan Menyambut Tubuh dan Darah Kristus.

“Banyak umat yang WA ke saya mengatakan, Romo saya menangis, saya merasa sedih. Ada juga yang mengatakan, saya haus dan lapar, rindu akan peristiwa berahmat yang bisa saya ikuti setiap tahun. Saya merasa sedih, rindu kebersamaan yang sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Kita bersama-sama berdoa agar peristiwa ini secepatnua berakhir dan kita bisa merayakan Ekaristi sebagaimana  biasanya di Gereja, di Rumah atau dimana saja kita bisa merayakannya,” ungkap Romo Eky Mada.

Terkait merebaknya Virus Korona, Romo Eky Mada yang didampingi tiga Pastor Konselebran Misa Minggu Palma lainnya yakni, Romo Rudolf  Tjung Lake, Romo Apolinarius Ladjar, dan Romo Ardianus Genggor di Gereja Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, pada Minggu Palma 05 April 2020,  turut berdoa agar Wabah Virus Corona yang terus menyebar di Dunia, Tanah Air Kita, dan Provinsi NTT khususnya di Kota Kupang cepat hilang dari permukaan bumi, agar masyarakat kembali menjalankan tugasnya sebagaimana yang lasim dilakukan.

Para Pastor di Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang juga berharap, kejadian ini  menjadi ujian bagi Umat Manusia untuk selalu berdoa dan percaya kepada Yang Maha Kuasa, sebagai pencipta Langit dan Bumi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00