Jumlah ODP dan PDP di Wilayah NTT Menurun

KBRN, Kupang : Data jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Selasa (7/4/2020) pukul 14.00 WITA menurun dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 952 menjadi 718 orang.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Posko Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, Msi selaku Kepala Biro Humas Setda NTT di Kupang, Selasa (7/4/2020).

Menurut Jelamu Ardu Marius, jumlah ODP pada 7 April 2020 sebanyak 718 orang, selesai masa pemantauan 211 orang, dan yang dirawat sebanyak 6 orang.

Enam orang yang dirawat saat ini tersebar di beberapa Rumah Sakit yaitu, 3 orang di RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang, RS Siloam 1 orang, RSU Ende 1 orang, dan 1 orang lainnya di RS Caritas Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 16 orang, menurun dari sehari sebelumnya sebanyak 22 orang.

“Jumlah Pasien Dalam Pengawasan enam belas orang. Dari enam belas orang ini, isolasi mandiri tujuh orang dan yang dirawat Sembilan orang, masing-masing satu orang di Rumah Sakit Umum Ende, satu orang di Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba, satu orang di Rumah Sakit Umum S. K Lerik Kota Kupang, dua orang di Rumah Sakit Umum Kalabahi, satu orang di Rumah Sakit Umum Soe, Timor Tengah Selatan, satu orang di Rumah Sakit Umum Komodo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, satu orang di Rumah Sakit Umum Umbu Rarameha Sumba Timur, dan satu orang lagi di Rumah Sakit Siloam Kupang,” ungkap Juru Bicara Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius di Kupang, Selasa (7/4/2020).

“Sedangkan yang sembuh sampai saat ini lima orang, yang meninggal dua orang, sample yang dikirim 38 sample, dan hasil laboratorium negative 18 sample, dan yang belum ada hasil sebanyak 20 sample,” jelasnya lebih lanjut.

Doktor Jelamu Ardu Marius juga menjelaskan, penurun jumlah Orang Dalam Pemanatauan dan Pasien Dalam Pengawasan di Wilayaha Nusa Tenggara Timur hingga 7 April 2020, tersebar di 22 Kabupaten-Kota.

Akan tetapi Gubernur NTT melalui Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT Dr, Jelamu Ardu Marius menegaskan, dalam pengawasan perlu diperketat di Pintu-Pintu masuk Wilayah NTT seperti, Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Manggarai Barat, dan Sumba Timur, karena walaupun mengalami penurunan akan tetapi jumlah ODP dan PDP di empat Kabupaten-Kota tersebut lebih banyak dari 18 Kabupaten lainnya.

“Ya betul, ketika kami melihat data, jadi angka yang tinggi itu kebanyakan di Pintu-Pintu masuk seperti Kota Kupang, Sumba Timur, Manggarai Barat, Sikka, itu semuakan pintu-pintu masuk. Sehingga kita harapkan kontrol yang sangat ketat di Pintu-Pintu masuk ini,” tegas Jelamu Ardu Marius ketika diwawancarai live bersama RRI di Ruang Kerjanya.

“Dan kita harapkan kerja keras dari seluruh eleman masyarakat. Masyarakat harus pro aktiv untuk juga memberikan pikiran kepada Pemerintah. Masyarakat diharapkan memberi masukan, dan melakukan apa saja yang berguna untuk mencegah virus ini menyebar di Nusa Tenggara Timur,” harap Karo Humas Setda NTT saat diwawancara live bersama RRI di Kupang, Selasa (7/4/2020).

Jumlah ODP dan PDP di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 07 April 2020, pukul 14.00 WITA  yang tercatat sesuai rilis yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Posko Covid-19 adalah, Kota Kupang sebanyak 130 orang, Kabupaten Sikka 57 orang, Sumba Timur 43 orang, dan Manggarai Barat sebanyak 56 orang.

Sementara itu di Kabupaten lainnya tercatat jumlah ODP dan PDP sampai Selasa, 07 April 2020 adalah, Kabupaten Kupang 46 orang, TTS 54 orang, TTU 33 orang, Belu 42 orang, Malaka 5 orang, Rote Ndao 26 orang, Sabu Raijua 3 orang, Alor 15 orang, Ende 11 orang, Flores Timur 10 orang, Lembata 43 orang, Ngada 17 orang, Nagekeo 18 orang, Manggarai 8 orang, Manggarai Timur 31 orang, Sumba Barat 8 orang, Sumba Barat Daya 58 orang, dan Sumba Tengah 1 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00