Perayaan Paskah di Rumah Merupakan Kerinduan Akan Tuhan

KBRN, Kupang : Uskup Agung Kupang Kupang, Yang Mulia Mgr. Petrus Turang, Pr mengatakan, Perayaan Paskah tahun 2020 di rumah saja, sebagai suatu tanda Zaman Kerinduan dari Yesus Kristus untuk merayakan Paskah dengan kita umat manusia di Rumah Umat masing-masing. Pernyataan ini disampaikan Uskup Agung Kupang, YM. Mgr. Petrus Turang, Pr, ketika memimpin Perayaan Ekaristi Kamis Putih secara Live Streaming bersama Teknisi Komsos Keuskupan Agung Kupang, di Gereja Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Kamis (09/04/2020).

Menurut Uskup Petrus Turang, Perjamuan Tuhan pada Hari Kamis Putih yang biasa dipersiapkan dan dirayakan dengan meriah bersama umat, sekarang ini seakan-akan tidak memberikan secara material.

Yaitu suatu gerakan yang membangun kehidupan, bahkan harus dirayakan di rumah masing-masing umat Katolik sekalian apalagi tanpa menerima komuni kudus.

Akan tetapi Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang mengatakan, manusia tetap percaya bahwa Tuhan Yesus sesunguhnya hadir di rumah kita masing-masing secara istimewa, dalam keadaan yang khusus ini (merebaknya Covid-19) di Tanah Air dan Dunia.

“Saudara-saudari kita percaya, Tuhan Yesus sesungguhnya datang dan hadir di Rumah kita masing-masing secara istimewa di dalam keadaan yang khusus ini. Karena hati kita percaya, pasrah kepada Tuhan yang maha kuasa. Kita membuka hati kita kepada hatinya yang berbelas kasih,” ucap Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang di Gereja Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Kamis (09/04/2020).

“Mungkin juga dapat kita katakana bahwa, pada saat yang sulit ini sebagai satu tanda zaman kerinduan dari Yesus untuk merayakan paskah dengan kita, di rumah kita masing-masing. Sebagaimana Yesus rindu merayakan perjamuan Paskah dengan para muridnya. “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu sebelum aku menderita, Lukas dua puluh dua lima belas,” ucap Mgr. Petrus Turang, Pr lebih lanjut.

Pada kesempatan yang sama, Yang Mulia Uskup Agung Kupang juga mengatakan, pada masa yang sulit ini masyarakat diajak dan diminta untuk cuci tangan.

Membasuh tangan yang diminta oleh Pemerintah, merupakan sebuah contoh keselarasan hidup, agar kita sekalian termasuk umat Katolik di Dunia terlepas dari ancaman dan wabah corona virus saat ini.

“Tuhan Yesus dia memberi contoh hidup kepada para muridnya yang harus kita juga melaksanakannya dalam hidup kita setiap hari. Dengan beribadah di Rumah kita masing-masing kita ingin mewujudkan cinta kasih itu, mungkin secara sederhana, akan tetapi hati kita penuh syukur. Karena kita masih punya kekuatan dan daya kekuatan ditengah gaya hidup yang memprihatinkan ini,” ujar Uskup Agung Kupang Mrg. Petrus Turang,Pr.

Diakhir Misa Kamis Putih di Gereja Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Kamis (09/04/2020), Yang Mulia Mgr. Petrus Turang juga mengajak umat turut berdoa, agar ditengah merebaknya wabah virus corona yang mengancam kesehatan dan keberadaan semua orang, Tuhan Yesus tetap melindungi, menyembuhkan, dan memulihkan manusia terutama yang terkena wabah ini.

Kiranya Tuhan juga terus menjaga keselamatan para petugas kesehatan, menghibur orang sakit, semua personil imigrasi dan semua yang dengan berani bertugas mengamankan Negara kita dan dunia, dari ancaman Virus mematikan ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00