Ayo Katong Pake Qris, Dukung Keuangan Inklusi di NTT

KBRN, Kupang : Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak masyarakat NTT menggunakan program Qris sebagai sarana transaksi pembarayan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju.

Ajakan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur menggunakan Qris sebagai alat transaksi pembayaran digital di Indonesia, secara langsung disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur, I. Nyoman Ariawan Atmaja, ketika memberi sambutan pada acara Pekan Qris Nasional 14 Maret 2020, di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Menurut I. Nyoman Ariawan, pertanggal 13 Maret 2020 pengguna sarana transaksi Qris di Indonesia mencapai 2,7 juta merchant.

Sementara itu, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penggunanya sudah mencapai 10.533 merchant. Dari Jumlah tersebut pengguna Qris di Kupang mencapai 3.041 merchant.

I. Nyoman Atmaja menjelaskan, Qris merupakan Qi aR yang distandarkan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Aspi dan Paten, yang merupakan asosiasi system pembayaran dan lembaga sertifikasi.

Banyak kemudahan yang diperoleh dari Qris adalah, transaksi ekonomi lebih efisien, mempercepat inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memudahkan analisa kredit.

“Khusus di NTT, dengan adanya Qris ini akan mempercepat keuangan inklusi di NTT. Sebagai informasi, keuangan inklusinya memang masih diangka enam puluan parsen. Tetapi kita berharap nanti ditahun 2021 mencapai angka diatas 75 parsen. Ini adalah target nasional kita di tahun 2021 mendatang. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat NTT untuk melakukan transaksi nontunai khususnya qris,” ajak Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur, I. Nyoman Ariawan Atmaja, di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (14/03/2020).

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat yang tutur menghadiri Pekan Qris Nasional di Kompleks Car Free Day El Tari Kupang, Sabtu (14/03/2020) menuturkan bahwa, cirikhas sebuah Negara dan Provinsi maju adalah, proses terjadinya modernisasi dalam semua sektor kehidupan, termasuk peralihan dari system pembayaran tunai menjadi digital.

Oleh karena itu, Gubernur NTT mengajak seluruh masyarakatnya, Ayo Katong Pake Qris untuk mendapatkan banyak kemudahan dalam bertransaksi ekonomi secara digital.

“Setelah kita praktekkan Qris ini dengan gampang, cepat, mudah, maka saya mengajak kita semua untuk belajar menggunakan Qris yang sekarang disiapkan di Halaman Kantor Gubernur ini atau dimanapun. Dan mulai hari ini kita belajar menggunakan Qris. Ayo Katong Pake Qris,” ajak Gubernur NTT Viktor Laiskodat kepada Warganya.

Anggota Komisi Sembilan DPR RI Ahmad Yohan yang turut menghadiri Pekan Qris Nasional di Area Car Free Day Kota Kupang, 14 Maret 2020 turut berharap, hadirnya program Bank Indonesia melalui system pembayaran Qris, terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama UMKM kita.

Menurut Ahmad Yohan, system transaksi digital Qris telah membuktikan pertumbuhan UMKM di daerah lain di Indonesia berkembang sangat maju.

Sebagai Warga NTT, Anggota Komisi Sembilan DPR RI Ahmad Yohan sangat mendukung Program Bank Indonesia tersebut, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi keuangan inklusi di Nusa Tenggara Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00