Ini Cara Kabupaten Malang Lawan COVID-19

KBRN,Malang: Sejumlah cara dilakukan banyak pihak di tengah mewabahnya Corona Virus Disease-19 (COVID-19) agar tidak menyebar di wilayah Kabupaten Malang.

Selain Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),TNI-Polri, Relawan serta tim yang tergabung dalam Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Malang berjibaku melawan musuh yang tidak tampak dengan berbagai cara, mulai dari penyemprotan desinfectan, menyiapkan tempat karantina, mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, hingga pengalokasian anggaran miliaran rupiah.

Dinas Perhubungan setempat juga gencar melakukan gerakan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat agar terhindar COVID-19, mendukung gerakan Social Distancing.

Bahkan,sejumlah Rest Area di wilayah Kabupaten Malang menuju wisata Bromo ditutup mulai hari ini. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, sejak 12 Maret lalu pihaknya gencar melakukan gerakan melawan virus itu.

Mulai melakukan penyemprotan desinfectan di terminal hingga di tempat uji KIR. Bahkan seluruh Upt Dinas Perhubungan diminta memasang spanduk himbauan pola hidup sehat dengan tagline 'Kabupaten Malang Melawan Virus Corona'.

" Spanduk itu sudah dipasang di seluruh terminal, pasar dan beberapa titik jalan utama," terangnya.

Selain itu, seluruh terminal diminta membuat saluran air untuk cuci tangan dilengkapi dengan sabun, serta menyiapkan Handsanitizer untuk menjaga kebersihan bagi sopir, pengunjung dan masyarakat umum.

Ia menyebut seluruh perusahaan otomotif telah dikirimi surat untuk menjaga kebersihaj sopir dan kendaraan angkutan umum.

" Perusahaan otomotif sudah kami kirimi surat untuk menjaga kebersihan kendaraan dan pengemudi," tegasnya.

Langkah lain, kata Hafi, dua Rest Area yakni Rest Area Gubuk Klakah dan Rest Area di wilayah Lawang mulai hari ini ditutup mencegah sebaran virus tersebut.

"Rest Area  di Gubuk Klakah dan di terminal di Lawang yang kami tutup," ungkap Hafi Lutfi, Selasa (24/3/2020).

Sejumlah petugas Dinas Perhubungan disiagakan di Rest Area untuk memberikan himbauan agar masyarakat tidak berkerumun.

Hafi menambahkan, terhitung mulai Jumat (27/3/2020) mendatang, layanan Uji KIR juga akan diberlakukan sistem buka tutup menghindari adanya perkumpulan massa.

"Bagi pemohon yang terlambat uji KIR akibat kebijakan itu diberikan kompensasi," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dokter Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, kini pihaknya bersama Tim Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 terus berperang memutus mata rantai penyebaran virus.

Selain penanganan medis terhadap tiga pasien confirm positif COVID-19 yang dirawat di RSUD Kanjuruhan, juga penting untuk memberikan dukungan moral bagi pasien agar cepat pulih dari infeksi COVID-19. Kondisi psikologis sangat penting untuk kesembuhan pasien.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga terus melakukan deteksi di seluruh wilayah untuk bisa dilakukan penanganan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00