Polisi Tindak Tegas Warga Malang Nekad Berkerumun di Luar Rumah

KBRN, Malang: Imbauan pemerintah agar warga tidak keluar rumah selain kepentingan yang mendesak tak sepenuhnya dipatuhi warga Kota Malang. Masih ditemui sejumlah warga yanbg berkerumun di sekitar warung kopi, Cafe, dan tempat makan. Melihat kondisi itu, kepolisian bersama TNI dan pemerintah tak akan segan melakukan tindakan tegas bagi warga yang melanggar.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata mengatakan, saat ini bukan lagi tahapan sosialisasi, namun upaya penindakan. “Jadi saya minta anggota untuk langsung memulangkan setiap orang yang berhimpun massa.  Termasuk komunitas komunitas yang lagi jagongan di cafe-cafe dan di tempat ngopi. Jadi satu perintahnya tutup dan bubarkan,” tegasnya, Selasa (24/3/2020).

Operasi gabungan bersama Forkopimda terus dilakukan untuk menindaklanjuti Maklumat Kepala Kepolisian Negara RI tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Sebelumnya, tim gabungan forkopimda telah menyisir sejumlah kawasan titik keramaian masyarakat. Diantaranya jalan Ijen,  jalan Pahlawan Trip,  jalan Veteran,  jalan Bendungan Sutami hingga Joyogrand. “Operasi ini dilakukan untuk warga Kota Malang yang memilih untuk tidak berada di rumah, saat ini  kita pressure, selama ini hanya lewat imbauan tetapi tidak mau bubar, jadi harus ditindak tegas,” ungkap Leo.

Selain itu, kepolisian juga meminta agar pengelola tempat hiburan di Kota Malang mematuhi aturan dengan menutup sementara tempat usahanya. ”Seluruh tempat hiburan ditutup itu perintah, harus dipastikan tidak boleh ada ruang untuk berkumpul termasuk anak nongkrong dan club motor. Kondisi sedang rawan,  virus tidak tahu kapan datangnya dan melekat pada siapa,  maka tutup, matikan lampu dan bubar,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan maklumat yang mengatur agar tidak ada kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, misalnya pertemuan sosial, budaya,  keagamaan dan aliran kepercayaan melalui seminar,  lokakarya,  sarasehan dan sejenisnya,  konser musik,  pekan raya,  festival,  bazaar,  pasar malam, pameran dan resepsi keluarga,  kegiatan olah raga,  kesenian dan jasa hiburan,  unjuk rasa,  pawai dan karnaval serta kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.  Maklumat juga berisi larangan untuk melakukan pembelian dan atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00