Masker Berkantong Diciptakan, Oleh Malton Anggota DPRD Teluk Bintuni.

KBRN Bintuni. Untuk membantu kelangkaan Masker wajah, Yulius Malton Paramma anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni, Komisi A. Pemerintahan, memproduksi 150 buah  masker yang berkantong guna di isi tisue didalamnya. Dan dapat dengan mudah di buat siapa saja, ini dilakukannya karena kelangkaan masker yang beredar di pasaran. Senin (23/3).

Masker kantong tisue tersebut Sudah diberikan 50 buah kepada pihak RSUD Bintuni, yang diperuntukkan bagi masyarakat (Pengunjung Pasien) Untuk mengurangi kontak langsung Dengan Medis dan Pasien. 100 buah masker lainnya sementara proses pembuatan, sehingga total keseluruhan masker yang di buat berjumlah 150 buah.

Malton juga mengajak Seluruh Pejabat-Pejabat Publik dan seluruh lapisan masyarakat yang berada di lingkup kabupaten Teluk Bintuni Mari bersama-sama membantu pencegahan Covid-19.

Perbedaan masker yang dijual di pasaran yang sampai saat ini langka diperoleh, masker kain yang dibuat Malton mempunyai kantong tisu didalamnya, bisa dipakai berkali-kali, dikarenakan tisu yang berada di dalam kantong masker tersebut dapat diganti dan di cuci masker kain.

"Semoga ini dapat membantu masyarakat guna melakukan pencegahan penularan Covid-19".

Hal senada seperti yang dikatakan Direktur rumah sakit umum (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni, dr Eka Suradji saat dihubungi RRI via Tlpon, dengan adanya masker berkantong isi tisu ini, sangat membantu disituasi seperti saat ini, mengingat kelangkaan masker yang sedang terjadi di masa wabah covid-19.

"Saya sangat berterima kasih sekali atas pemberian 50 buah masker berkantong ini, dan ini sangat membantu kita selaku pelaku Satgas Covid-19" tuturnya.

Lebih lanjut, ia pun menyampaikan disituasi seperti saat ini, pada perinsipnya kami Satgas Covid-19 Teluk Bintuni, mohon dukungan dari semua pihak, baik dari lapisan masyarakat guna membatasi aktifitasnya di luar rumah, menjaga kesehatan, agar dapat memutus mata rantai penularan virus Corona. Tutupnya.

(Reporter : Wawan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00