Ini Penyebab Ratusan Siswa SMP Terseret Banjir di Sungai Sempor Sleman

KBRN, Jakarta : Terjangan air deras di Sungai Sempor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) banyak menelan korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/2/2020) sore. Tercatat ada 7 siswi SMPN 1 Turi meninggal dunia, dan sampai saat ini tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menungkap bahwa ukuran lebar Sungai Sempor sebenarnya tidak begitu besar. Namun, karena sungai tersebut berhulu ke lereng Gunung Merapi membuat arus air di sungai tersebut menjadi deras, apalagi pada saat kondisi hujan di kawasan Gunung Merapi.

BACA JUGA : 3 Orang Masih Hilang, Pencarian Siswa SMPN 1 Turi Sleman Dilanjutkan

"Sungai gak besar. Tetapi memang karena berada di lereng Merapi geografisnya mengalir ke bawah, terus turun ya. Artinya, kalau terjadi hujan lebat di atas, memang potensi air memang sangat deras," jelas Biwara pada Pro3 RRI Sabtu (22/2/2020).

BACA JUGA : Proses Pencarian Siswa SMPN 1 Turi Yang Hanyut di Sungai Sempor Terkendala Hujan

Dengan begitu tambah Biwara, potensi sungai tersebut menjadi beresiko tinggi, saat hujan terjadi di bagian hulu.

"Kemarin ketika terjadi insiden itu airnya bisa mencapai dua meter. Apalagi dalam kontur lereng Merapi miring terus, semakin turun menjadi dorongan yang sangat kuat. Disitulah resiko dan bahayanya sungai di lereng Merapi," ungkapnya

BACA JUGA : Tragedi Pramuka Susur Sungai Sempor Tewaskan 7 Siswa

Untuk diketahui, siwa SMPN 1 yang menggelar kegiatan menyusur sungai terbawa arus sungai tersebut, Jumat (21/2/2020) sore.

Dari data terbaru BPBD DIY, pada pukul 04.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat tujuh orang siswa. Sementara yang masih dalam pencarian sebanyak tiga orang.

Korban yang belum ditemukan masing-masing bernama Yasinta Bunga (13), Zahra Imelda (12), dan Nadine Fadilah (12).

Sedangkan yang meninggal dunia yakni Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Nur Azizah (15), Lathifa Zulfa (15), Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Faneza Dida (13). (Foto : ANTARA/HO-Rony Arya) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00