Presiden Jokowi Janjikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Aceh

KBRN, Bireun: Tidaklah mudah untuk meyakinkan orang, oleh karena itu, janganlah suka membesar besarkan masalah yang kecil, akan tetapi bertindaklah secara cepat untuk menyelesaikan jika ada permasalahan yang mengusik.

Pesan itu disampaikan Presiden Joko Widodo, seraya memberikan janji untuk mendukung investasi yang bertujuan untuk kemakmuran masyarakat Aceh. 

Janji mempercepat jalannya pembangunan tersebut di utarakan Jokowi ditengah ribuan masyarakat dan tokoh pemuka Agama yang hadir pada acara kenduri kenegaraan diselenggarakan yayasan Sukma Bangsa bireun/Nad bekerja sama forbes DPR RI  dan DPD RI asal Aceh, Sabtu ( 22/02/2020).

Meskipun acara kenduri kenegaraan ini disebutkan tidak ada kaitan dengan politik tertentu, namun dalam pidatonya presiden memberikan angin segar terkait jalannya pembangunan di Aceh. 

Hal yang paling membanggakan disebutkan, berdasarkan hasil perremuan beberapa waktu lalu dengan Plt Gubernur Aceh  juga Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar,  joko widodo menyatakan keseriusannya untuk menjawab semua permasalahan terkait dengan perjanjian Damai Mou Helsiky. Dalam hal ini meminta masyarakat bersabar dan bersikap dewasa dalam mengambil setiap tindakan. 

”Saya sudah bertemu dengan plt Gubernur Aceh juga  Wali Nanggroe serta Mualem Muzakir Manaf beberapa waktu lalu, ada problem ini dan masalah itu, ya berikan saya waktu untuk menjawab , karena apapun itu perlu didiskusikan dalam rapat terbatas, maka berikan saya waktu untuk menjawab,”pinta Jokowi. 

Selain meminta waktu untuk menjawab hambatan dalam merealisasikan butir butir MOU Helsinky,  Presiden juga meminta Pemerintah Aceh untuk memanfaatkan kucuran Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan APBD Aceh  yang perlu   dimaksimalkan untuk kepentingan Aceh.

Ia mengataka, dana APBD dan Otsus Aceh agar diprioritaskan untuk persoalan-persoalan utama di Aceh. Untuk dana otonomi khusus tahun ini (2020) berkisar Rp8 triliun, dan khas APBD Aceh mencapai Rp9 triliun, berarti secara keseluruhan sebesar Rp17 triliun.

"Saya ingin menyampaikan bahwa apapun pengelolan anggaran itu sangat penting sekali. Kita mendukung terhadap dana APBD dan Otsus agar segala persoalan di Aceh dapat dapat diatasi secara baik, sebut Jokowi yang disambut tepukan tangan masyarakat Aceh.

Sementara ketika mengawali pidatonya Joko Widodo juga memberikan sanjungan terhadap  budaya  kenduri yang diartikan makan bersama. diantara pujian acara yang masih kental adat budaya Jokowi  juga nengacungkan jempol  tarian Ratoeh Jaroe yang mampu  menggemparkan dunia Pada pembukaan Asean Games tahun 2018. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00