Besok, 188 WNI di Kapal Pesiar World Dream Dievakuasi KRI Soeharso

KBRN, Jakarta: Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Ahmad Yurianto menyampaikan hasil skema penjemputan 188 ABK WNI dari Kapal Pesiar World Dream menuju KRI Soeharso. 

"Akan kita jemput titik temunya di Selat Durian pada tanggal 26 Februari 2020 pukul 10.00 pagi, dari World Dream menuju KRI Soeharso," ujar Ahmad Yurianto di Jakarta, Selasa (25/2/2020). 

Sesampainya mereka di KRI Soeharso, para kru akan dipindahkan ke KRI Soeharso menggunakan sekoci.

Selanjutnya tim kesehatan di KRI Soeharso, kata Yuri, langsung memeriksa para kru dan mengambil specimen mereka untuk dilakukan uji oleh Badan Litbangkes di Jakarta. 

Yuri mengatakan, tim untuk mengawasi selama masa observasi berlangsung sudah dibentuk. Termasuk diantaranya, tim kesehatan sekitar 30 orang. 

"Disana kita siapkan, sub tim layanan medis seperti dokter spesialis paru-paru dan dokter spesialis penyakit dalam," imbuhnya. 

Apabila dalam hasil pemeriksaan tersebut ditemukan salah satu dari mereka terjangkit COVID-19 (suspect), pasien yang terjangkit akan langsung dirawat di KRI Soeharso.

Sementara penumpang yang lain akan tetap menjalani masa observasi. Yuri menekankan, jika ada yang suspect, masa observasi yang semula 14 hari akan dinaikkan 2x lipat, yakni 28 hari. 

"Polanya sama seperti di Natuna. Kita lakukan pemeriksaan kesehatan pagi dan sore," lanjut Yuri. 

Setelah semua selesai diperiksa, KRI Soeharso berangkat menuju Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, tempat observasi dilakukan. Yuri memperkirakan, estimasi waktu tiba di lokasi tujuan pada Jumat, 28 Februari 2020 sekitar pukul 03.00 dinihari. 

"Hari jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, KRI Soeharso sudah sampai Sebaru," ucap Yuri. 

Diketahui sebelumnya, otoritas Pemerintah Hong Kong dan tim dokter Kapal Pesiar World Dream telah memeriksa 188 ABK WNI, dan dinyatakan sehat sejak tanggal 5 Februari 2020.  

"Mereka (ABK) sudah diperiksa antara 5-19 Februari 2020 dan semuanya dinyatakan negatif," tutur Yuri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00