Ada ODP Keluyuran? Jubir COVID-19: Kalo Dia Gak Bandel, Karantina Dong

KBRN, Jakarta: Pemerintah melalui Juru Bicara (Jubir) COVID-19, Achmad Yurianto menyikapi adanya Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait dengan wabah virus Corona jenis baru atau COVID-19 yang masih melakukan kegiatan di luar rumah dan tidak melaksanakan karantina secara mandiri usai melakukan pemeriksaan Rapid Test.

Jubir COVID-19 yang akrab disapa Yuri itu mengatakan terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan masih adanya ODP yang masih tidak melakukan karantina mandiri.

"Ya kalo dia (ODP) gak bandel, dia karantina dong. Tetapi kalo dia mengatakan 'saya gak dikasih tau apa-apa sama rumah sakit'. Ya rumah sakitnya yang nggak bener," kata Achmad Yurianto kepada Reporter RRI, usai melangsungkan konferensi pers terkait update penanganan virus COVID-19, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gedung Graha BNPB, Jakarta (8/4/2020).

Achmad Yurianto menuturkan, adanya mekanisme pemeriksaan terkait virus COVID-19, setiap tenaga kesehatan yang menangani pemeriksaan tersebut memberikan himbauan kepada setiap masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Test di Rumah Sakit.

"Mestinyakan bukan ditest terus dikasih (hasilnya), terus pergi. Harus dinasehati, kalo-kalo dia positif gak boleh kemana-mana harus isolasi diri. Jangan-jangan udah dikasih tau tapi dia bandel," jelasnya lagi.

Kendati saat pertama kali pemeriksaan Rapid Test tersebut menunjukan hasil yang negatif, lebih lanjut Jubir COVID-19, Achmad Yurianto menuturkan bahwa hasil tersebut bisa saja tidak akurat.

Sebab adanya imunologi pada tubuh yang telah terjangkit virus COVID-19 itu, Yuri menerangkan bahwa reaksi imunologi pada tubuh, pada umumnya akan muncul dan menimbulkan gejala pada hari ke tujuh, meski pada pemeriksaan pertama memiliki hasil yang negatif.

"Yang pasti kalo ada orang ditest (Rapid Test), kalo hasilnya negatif maka kita akan berfikir bisa saja ini negatif palsu, itu artinya bahwa dia (ODP) sebenarnya sudah terinfeksi, tetapi karena imunologi belum terbentuk jadi gambarannya masih negatif. Karena reaksi imunologi itu pada umumnya baru muncul di hari ke tujuh," ungkap Yuri.

Untuk itu, Juru Bicara (Jubir) COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa kendati masyarakat yang baru pertama kali melakukan pemeriksaan terhadap COVID-19 dan memiliki hasil yang negatif, untuk melakukan isolasi secara mandiri terlebih dahulu selama tujuh hari.

Yuri juga meminta kepada masyarakat yang telah melakukan isolasi secara mandiri selama tujuh tersebut, untuk segera melakukan pemeriksaan kembali terkait virus COVID-19.

"Artinya kalo dalam kasus seperti ini (ODP tidak isolasi mandiri), selama tujuh hari itu dia harus isolasi diri. Kita harus meminta dia (ODP) untuk diperiksa lagi tujuh hari kemudian. Jangan keluyuran, kalo dia keluyuran, ya percuma," tungkas Achmad Yurianto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00