New Normal, Bisa Beradaptasi Pasti Selamat

Dua pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 melakukan sujud syukur di RSUD Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah (Ant/Yusuf Nugroho)

KBRN, Jakarta : Diterapkannya konsep new normal dikhawatirkan memicu X pasien COVID-19 kembali terjangkit.

Pakar Keperawatan Universitas Indonesia (UI) Agus Setiawan mengatakan, ada kemungkinan terjangkit, mengingat virus Corona yang begitu cepat bermutasi.

Meski demikian, orang yang sudah sembuh tentu akan memiliki antibodi yang dapat melawan masuknya virus untuk kembali.

BACA JUGA: New Normal Mencegah Keterpurukan Ekonomi

"Tapi kan orang yang sudah sembuh itu sudah terbentuk antibodinya. Walaupun positif, tetapi tidak sesakit seperti saat dia terinfeksi. Jadi tentu ada kemungkinan juga akan terinfeksi kembali. Sebab saya dengar virus Covid ini mutasinya cepat juga. Tapi yang jelas gak sampai fatal kalau yang sudah pernah sakit," kata Agus kepada RRI, Jumat (22/5/2020).

Pakar Keperawatan UI, Agus Setiawan (Dok. Istimewa)

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) ini menyebutkan, yang harus dilakukan masyarakat untuk bertahan dalam konsep new normal atau normal baru adalah segera beradaptasi, hingga situasi kembali normal.

"Bagaimana kita bisa beradaptasi dengan situasi yang baru, dan bisa hidup berdampingan dengan virus ini. Karena menurut teori evolusi itu, mereka yang survive itu bukan mereka yang paling pintar dan kuat, tapi yang paling bisa beradaptasi dengan situsi ini," ujar Agus.

Agus juga mengutarakan, banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, dan lainnya yang perlu untuk diadaptasikan. Sehingga saat ini masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus Corona.

"Berdamai atau berperang, kita harus keluar dari polemik itu. Kita harus realistis virus ini ada di sekitar kita. Bagaimana kita tetap bisa baik di lingkungan kita yang ada virus," ucapnya. 

BACA JUGA: New Normal Diterapkan Sejak Wilayah Zero Covid-19

Saat ini cara yang paling efektif memutus mata rantai penyebaran virus saat normal baru adalah mempertahankan perilaku hidup sehat dan bersih serta membiasakan physical distancing.

"Yang paling efektif adalah memotong rantai penyebaran dan meningkatkan imunitas tubuh. Nah, inilah yang akan menghasilkan kehidupan kita yang baru, kehidupan yang baru harus mengubah perilakunya. Perilaku meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, untuk supaya imunitas tubuh kita baik. New normal pada aspek sosial bisa memotong rantai penyebaran virus lewat menjaga physical distancing, mengurangi kerumunan. Terkait dengan perilaku sehat itu kebiasaan cuci tangan, serta menggunakan masker jika sakit," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00