Warga Membandel PSBB Harus Dikenai Sanksi Sama

Jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (23/5/2020). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp).

KBRN, Jakarta: Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abas mengatakan bahwa pemerintah harus tegas menerapkan pemerataan sanksi bagi masyarakat yang masih bandel atau tidak mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu ia katakan, karena ia mengaku khawatir penyebaran virus covid-19 tidak akan bisa berakhir jika pemerintah masih belum melakukan pemerataan sanksi. Kemudian, pemerataan sanksi tersebut harus diterapkan bagi orang yang berkumpul di mall, pasar, bandara, jalan, dan masjid.

"Orang yang berkumpul di bandara, berkumpul di jalan, mall, pasar, dan masjid harus dibidik. Jangan yang dikumpul di masjid aja yang dibidik, ya semuanya dong dibidik, lalu tegakkan sanksi baru itu fair," imbuhnya kepada RRI, Sabtu (23/5/2020).

Berkaca dari Arab Saudi, lanjutnya, mereka sangat ketat terhadap warganya yang masih suka berkumpul-kumpul. Contohnya, sanksi yang diberikan Arab Saudi juga merata, tidak hanya orang yang berkumpul di masjid, tapi berlaku untuk semuanya.

"Arab Saudi paham bahwa dia sebagai bangsa enggak boleh jatuh ke lembah kebinasaan, makanya mereka menerapkan lockdown dan mereka berlakukan sangat ketat, karena bagi mereka menjaga jiwa itu sangat penting. Oleh karena itu, karena disana situasinya tidak terkendali, ya mereka melarang orang untuk berkumpul-kumpul salah satu tempat berkumpul itu adalah di masjid atau di tanah lapang," katanya.

"Tapi mereka juga melarang orang untuk berkumpul di pasar, di mall, bandara," sambungnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk patuh kepada pemerintah agar bisa bersama-sama menanggulangi covid-19. Jadi dalam hal ini, pemerintah tidak sendirian bekerja.

MUI, katanya, juga telah mengimbau agar masyarakat melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di rumah saja. Namun, bagi wilayah yang sudah terkendali virusnya diperbolehkan untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Jika penyebaran virus tidak terkendali maka jangan shalat berjemaah. Tapi kalau virusnya terkendali, ya wajib hukumnya shalat bagi umat islam untuk berjemaah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00