Suara Dentuman Dipastikan Bukan Disebabkan Aktivitas Militer

Ikustrasi.jpeg

KBRN, Jakarta: Sebuah suara dentuman beberapa waktu lalu terdengar di Pulau Jawa dipastikan bukan berasal dari aktivitas militer.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi menyatakan, tidak ada aktivitas militer selama masa pandemi Covid-19 menyebabkan suara dentuman seperti didengar sebagian penduduk di Pulau Jawa dalam  dua bulan terakhir.

"Tidak ada aktivitas militer, latihan militer, tidak ada kegiatan latihan, apalagi di Pulau Jawa. Semua personel membantu pemerintah menangani percepatan penanggulangan Covid-19. Semua energi ke sana," kata Sisriadi, Sabtu (23/5/2020).

Sisriadi mengatakan, pengerahan personel fokus pada percepatan penanganan Covid-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sehingga TNI juga masuk dalam Gugus Tugas Covid-19.

"Keputusan presiden semuanya untuk menangani Covid-19 dan TNI berada dalam gugus tugas. Kami menjaga Wisma Atlet dan Pulau Galang," kata Sisriadi.

Sebelumnya diberitakan, Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG Deni Septiadi menjelaskan, diduga suara dentuman terjadi akibat aktivitas manusia, bukan sumber alami.

Dijelaskan, sumber alami dapat berasal dari aktivitas seismik, vulkanik, petir, longsoran, hingga ledakan meteor di angkasa. Namun tidak ada data semasa pandemi menunjukkan aktivitas seperti itu dapat menimbulkan dentuman.

Karena itu, BMKG berasumsi dentuman berasal dari sumber tidak alami  berupa tembakan atau suara pesawat.

"Yang jelas saya sampaikan dari dua sumber suara, non alami dan alami. Yang terjadi di ketiga dentuman itu sangat mungkin sekali terjadi akibat sumber suara non alami dari aktivitas manusia. Kalau [asumsi] saya cenderung mirip suara meriam," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00