IPSI Bali Waspadai Vietnam di Sea Games

KBRN, Denpasar : Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali menilai negara Vietnam, Malaysia dan Singapura masih menjadi saingan berat bagi pesilat di Tanah Air saat berlaga di Sea Games 2019 Filipina.

Sekretaris Umum (Sekum) IPSI Bali Nyoman Yamadhiputra kepada RRI di Denpasar Jumat, (4/1/2019) mengatakan sejauh ini Bali cukup berbangga karena dalam setiap perhelatan level Internasional seperti Kejuaraan Dunia, Sea Games, dan Asian Games selalu menyumbang atlet untuk memperkuat Tim Merah Putih. Namun kata Yamadhiputra dengan geliat cabang olahraga Pencak Silat saat ini, sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, termasuk Singapura harus tetap diwaspadai, bila ingin mengulang sukses sapu bersih medali pada multi event dua tahunan antar negara di kawasan Asia Tenggara nanti.

“Kalau Pencak Silat di level Internasional untuk nomor laga yang menjadi saingan Indonesia itu masih Vietnam, kemudian Malaysia dan Singapura. Termasuk nomor TGR Malaysia dan Singapura, juga Vietnam sudah mulai menyusul, ini yang patut kita waspadai untuk prestasi pesilat Vietnam itu,” tuturnya.

Terkait Seleksi Nasional (Seleknas) yang akan digelar Januari ini, Nyoman Yamadhiputra yang juga Bidang Pembinaan dan prestasi (Binpres) KONI Bali itu berharap PB IPSI mampu melaksanakan seleknas dengan baik, berkualitas, dan objektif.

“Atlet yang baik kita akan dapatkan dari seleksi yang baik, saringannya harus bagus. Atlet-atlet silat seluruh Indonesia itu sangat banyak, prestasi-prestasi mereka juga banyak, tinggal bagaimana PB menyaring itu,” tegasnya.

Yamadhiputra menambahkan khusus untuk IPSI Bali akan terus berkomitmen menyumbang atlet di Pelatnas menuju Sea Games. Sesuai tradisi minimal 4 hingga 5 orang pesilat Bali biasanya terpilih menghuni pelatnas. Hal tersebut tidak saja diukur dari kuantitas, namun kualitas mereka juga tidak dapat dianggap remeh karena selalu berhasil menyumbang medali bagi Merah Putih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00