FOPI Bali Perlu Kerja Ekstra Loloskan Atlet di Pra PON

KBRN, Denpasar: Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali harus kerja ekstra demi meloloskan atlet pada Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019.

Pasalnya dari seluruh Pengprov FOPI di Tanah Air, kuota yang diberikan tuan rumah Papua hanya untuk 7 propinsi saja yang menempati urutan 7 besar saat Pra PON nanti.

Ketua Umum FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra kepada RRI di Denpasar Sabtu, (5/1/2019) mengatakan saat ini secara Nasional prestasi petanque Bali ada di urutan lima besar. Namun posisi tersebut dinilai masih rapuuuh, mengingat banyak saingan bermunculan seperti atlet petanque di daratan Jawa, Aceh, Sumatra Utara dan Jambi.

“Sampai saat ini kita masih berada di posisi lima, tetapi karena Jambi naik, Sumatra Utara juga sudha mulai menggeliat termasuk Aceh, jadi posisi kita agak rentan dan itu menjadi tantangan bagi kita untuk membuat atlet kita mampu bersaing dengan mereka-mereka yang sudah mulai menggeliat,” tuturnya.

Ditanya persiapan menuju Pra Kualifikasi PON, menurut Yamadhiputra Bali sudah menyiapkan 25 atlet terdiri dari 14 putra dan 11 putri dalam Pelatda Jangka Panjang. Seleksi sudah dilaksanakan sejak April 2018 lalu, dan kini tinggal mengasah strategi maupun mental mereka saja agar lebih matang.

“Kita sudah menggelar Pelatda terdiri dari 14 putra, dan 11 putri, kita godok atlet-atlet ini untuk kita persiapkan menuju Pra Kualifikasi PON, karena saingan kita agak berat sekarang,” ungkapnya.

Ketua Umum FOPI Bali yang juga Binpres KONI Bali itu menambahkan atlet-atlet yang sudah masuk Pelatda tersebut wajib mengikuti banyak event baik di tingkat lokal maupun Nasional. Dengan memperbanyak ikut event, diyakini mental atlet lebih terasah dibandingkan lainnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00