Bali Tetap Menanti Janji Tuan Rumah PON, Menggratiskan Akomodasi

KBRN, Denpasar: Nasib Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 nanti terancam ditunda akibat pandemik virus corona. Hanya saja, Pemerintah Pusat masih optimistis pesta olahraga empat tahunan itu sesuai jadwal.

Panitia Besar (PB) PON juga telah menyampaikan persiapan terus berjalan dan akan bergulir sesuai rencana 20 Oktober-2 November mendatang.

Optimisme sama juga dilontakan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi kepada RRI Minggu, (22/3/2020).

Diharapkan wabah virus corona tidak membuat PON tertunda. Selain itu dalam persiapan atlet Bali menuju PON 2020, Bali juga masih menanti realisasi janji Pemeirntah Papua akan menggratiskan transportasi lokal, biaya menginap dan konsumsi bagi para atlet yang bertanding di arena PON 2020.

“Kita tidak boleh pesimis, tapi kita selalu persiapkan alternatif. Soal akomodasi lumayan kalau jadi digratiskan. Di sana yang rencananya digratiskan adalah transportasi lokal, hotel dan konsumsi, tapi kualitasnya saya tidak tahu,” ujarnya.

Ketut Suwandi mengatakan pada saat berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu, dirinya juga menerima sambutan hangat dari masyarakat Bali yang merantau di bumi cendrawasih. Bahkan mereka menawarkan bantuan bagi para patriot olahraga Bali.

“Sangat welcome masyarakat kita di sana, saya waktu pertama dating saya sudha berkumpul dengan saudara-saudara kita di sana, semuanya siap membantu,” ungkapnya.

Meski demikian, dengan situasi yang tidak menentu saat ini, KONI Bali tetap membuat perencanaan alternatif dalam rangka persiapan atlet bertanding di multi event empat tahunan tersebut. Termasuk hitung-hitungan biaya pesawat Pulang-Pergi (PP) yang diperkirakan menelan anggaran Rp. 11 juta per orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00