Wabah Covid-19 Belum Berakhir, Sinyal Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda

KBRN,  Jakarta : Pesta akbar multiivent olahraga empat tahunan,  Olimpiade Tokyo 2020, akan mengalami penundaan pelaksanaannya ditengah wabah covid 19 yang masih menjadi pekerjaan rumah dunia.

BACA JUGA : Indonesia Dukung Keputusan IOC Terkait Olimpiade 2020 Ditengah Covid 19

Hal tersebut disampaikan International Olympic Committee atau Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Selasa (24/3/2020). 

"Berdasarkan informasi, IOC sudah memutuskan penundaan. Parameter-parameter yang diajukan masih belum ditentukan, namun Olimpiade itu tidak akan dimulai pada 24 Juli, itu yang saya tahu," kata anggota IOC Dick Pound kepada USA Today mengutip Reuters, Selasa (24/3/2020).

Pria asal Kanada,  Dick Pound, merupakan salah satu anggota IOC paling senior serta berpengaruh selama beberapa dekade terakhir. Pria berusia 78 tahun yang menjadi anggota IOC terlama yang sejak awal menyuarakan besar kemungkinan Olimpiade dijadwalkan ulang ke 2021.

Hal senada juga disampaikan anggota IOC lainnya, Craig Reedie yang menyebut penundaan menjadi pilihan logis IOC di tengah wabah virus mematikan covid 19.

"Dalam keseimbangan probabilitas, informasi yang diketahui tentang kondisi di Jepang dan efek COVID-19 terhadap seluruh dunia jelas menunjukkan kemungkinan penundaan," kata Reedie dilansir AP.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang,  Shinzo Abe dan Presiden International Olympic Committe (IOC), Thomas Bach, telah sepakat untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo yang semula dijadwalkan akan dimulai 24 Juli hingga 9 Agustys 2020, akan ditunda menjadi 2021.

"Mengingat penyebaran coronavirus baru di seluruh dunia, kita membahas penundaan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade," ungkap PM Jepang Shinzo Abe, setelah pembicaraan dengan Presiden IOC Thomas Bach, Selasa (24/3/2020) pagi melalui sambungan telepon.

BACA JUGA : Dampak COVID-19, Sejumlah Negara Dukung Olimpiade Tokyo Ditunda

Ketua Umum Olimpiade 2020 Jepang, Yashiro Mori yang juga mantan PM Jepang, sebelumnya Senin (23/3/2020) juga telah menekankan akan memberikan jawaban 4 minggu ke depan mengenai persiapan Olimpiade masa depan saat dilakukan penundaa

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun, email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp telah dipersiapkan ke: info@jepang.com

Tokyo Jepang sebagai tuan rumah telah menggeluarkan dana investasi sebesar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp199 triliun, selain mempertaruhkan dana dari pihak sponsor dan pemilik hak siar.

Bahkan laporan dari Japan Times pada akhir 2019, total anggaran yang dibutuhkan untuk menggelar Olimpiade Tokyo 2020 mencapai 1,35 triliun Yen (12,6 miliar dollar AS) atau lebih dari Rp 201 triliun.

(Keterangan Foto : Dok. RRI) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00