IODI Menanti Kabar Baik dari Papua

KBRN, Denpasar: Penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke tahun 2021 melahirkan harapan baru bagi 10 cabang olahraga. Pelaksanaan PON 2021 sempat dicoret, alias tidak dipertandingkan. Apalagi, jumlah sepuluh cabor itu mencakup balap sepeda, bridge, dancesport, gateball, golf, petanque, ski air, soft tennis, tenis meja, dan woodball.

Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali, Made Suparmi dihubungi RRI Jumat, (22/5/2020) mengaku siap mendukung perjuangan KONI Bali agar 10 cabor tersebut terakomodir dalam PON 2021.

“Ada berita baik, jadi apabila PON sudah diundur KONI Bali semoga bisa menjembatani agar kami bisa bertanding di Papua. Kami akan berusaha dan berjuang maksimal untuk bisa memberikan prestasi terbaik nantinya”, kata Suparmi di Bali, Jumat (23/5/2020).

Wanita yang juga Sekretaris Jendral (Sekjen) PP IODI itu mengatakan saat ini atlet dance sport Bali dan Indonesia umumnya masih tekun berlatih secara mandiri. Tentunya, itu sambil menunggu wabah Covid-19 mereda. Termasuk, beberapa challenge sudah digelar melalui akun medsos untuk mengajak para atlet tetap giat berlatih di rumah masing masing.

Di tempat terpisah, atlet dance sport Bali sekaligus pelatih dance sport Kabupaten Karangasem, Gede Yudi Septian Permana juga menantikan kabar baik. Terutama terkait cabor dance sport dapat dipertandingkan kembali di arena PON.

“Kita memang ingin sekali diperjuangkan di PON, karena atlet dance sport Bali berpotensi mendulang emas”, kata Yudi.

Yudi juga menilai, nantinya tuan rumah Papua tetap menolak untuk mempertandingkan 10 cabor tersebut.

"Pemerintah pusat merestui 10 cabor tersebut dipertandingkan di propvnsi lainnya," terang Yudi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00