Cara Kalteng Cegah Corona

KBRN, Palangka Raya: Dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan sejumlah himbauan. Melalui Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah dihimbau agar masyarakat Kalteng menjaga ketenangan, ketertiban dan tidak panik serta tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, mengatakan pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap tenaga kerja asing yang ada di Kalteng. “Terus termasuk juga tadi kita bicara tentang ketenagakerjaan juga kita minta berkenaan dengan orang asing di sini kalau memang dia negatif ya terus dipantau, nanti salah satunya pihak manajemen orang asing tidak memasukan pekerja baru sementara ini,” ujarnya.  

Lebih lanjut Sekda Kalteng menambahkan pihaknya juga akan mengusulkan penetapan status siaga Covid-19 di Kalteng. Menurutnya dengan status siaga, maka Pemprov Kalteng akan lebih siap dari segi Sumber Daya Manusia, anggaran, dan lain-lain. Dikatakan, Pemprov Kalteng berupaya mengutamakan pencegahan daripada baru bergerak apabila sudah terjadi wabah.

Sementara untuk kebijakan bekerja dari rumah belum diberlakukan oleh Pemprov Kalteng. Hingga Selasa, Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemprov Kalteng masih masuk bekerja seperti biasa. Namun rapat-rapat dan pertemuan seremonial sudah dikurangi. Bahkan untuk presensi ASN yang biasa menggunakan sensor sidik jari diganti menjadi sensor wajah atau absen manual.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menutup fasilitas-fasilitas umum seperti museum Balanga. Sementara untuk meliburkan anak sekolah masih diusulkan kepada Gubernur Kalteng.

Dalam apel besar di halaman Kantor Gubernur Kalteng pada Selasa (17/3/2020) sore Gubernur Kalimantan Tengah melalui sambutan tertulis dibacakan Sekda Kalteng menegaskan hingga saat ini belum ada pasien yang dinyatakan positif corona di Kalteng.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul, mengatakan bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19 yakni dengan menjaga kebersihan pribadi dan rajin mencuci tangan serta menghindari kerumunan orang.

Suyuti menambahkan masyarakat yang merasakan gejala demam, batuk, pilek serta sesak nafas diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Apabila ada kecurigaan terjangkit Covid-19, masyarakat diminta bersedia untuk diisolasi. 

“Dan kita berdoa semua yang diisolasi itu negatif. Kenapa? Begitu dia positif kami ini bekerja keras mencari dengan siapa saja dia pernah ketemu. Kalau seribu orang dia pernah ketemu, seribu orang itu juga kami harus kejar. Nah itu lah harapannya. Jadi masyarakat tidak perlu ragu, tidak perlu takut, kalau sudah begini berarti saya sudah positif. Enggak belum tentu, dan kami juga berdoa negatif. Kalau dia pernah jalan-jalan ke Pangkalanbun kami harus cari ke Pangkalanbun dengan siapa dia ketemu,” ujarnya.

Namun masyarakat diminta tidak panik. Pemerintah berusaha menyiapkan segala sesuatu untuk mengatasi dan menghambat pergerakan virus corona.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00