Saksi Kasus Dugaan Korupsi Danareksa Mulai Diperiksa

Kejaksaan Agung RI (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta : Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memeriksa pejabat PT Danareksa Sekuritas sebagai saksi terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT Evio Securitas Periode 2014-2015.

"Kali ini yang diperiksa sebanyak satu orang yaitu Budi Agung, dalam jabatannya sebagai Previledge Client Service Officer Group 1 PT. Danareksa Sekuritas," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020).

Menurut dia, saksi diduga mengetahui proses pemberian fasiltas pembiayaan dari PT. Danareksa Sekuritas kepada PT. Evio Sekuritas Tahun 2014-2015 dan karenanya dianggap perlu untuk diminta keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan RAR, ZNY dan TR sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan uang hasil pembiayaan PT Danareksa Sekuritas kepada kepada PT Aditya Tirta Renata dan PT Evios Sekuritas.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur PT Evio Sekuritas Rennier AR Latief. Rennier diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas pada 2014-2015.

"Tersangka yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas tahun 2014-2015," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Rabu (6/5/2020).

Hari mengatakan tim penyidik juga memeriksa dua saksi lainnya dari karyawan PT Danareksa Sekuritas, yaitu Hendra Asril dan Juli Hatawan.

Selain kasus yang berkaitan dengan PT Evio, Kejagung melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Aditya Tirta Renata pada 2014-2015. Hari menyebut ada sejumlah saksi yang juga diperiksa.

"Untuk saksi perkara tindak pidana korupsi Danareksa, PT Aditya Tirta Renata, yang diperiksa yaitu Direktur Keuangan PT Danareksa Sekuritas Bondan Pristiwandana dan dari pihak swasta Nancy Urania," ujarnya.

Pada Februari 2020 lalu, Kejagung menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kaitan dengan dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Aditya Tirta Renata. Kejagung menyebut penghitungan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 105 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono menyebut tersangka yang ditetapkan berinisial RAR, ZNY, dan TR. Namun Hari tidak menyebutkan jelas kapasitas dari tiap tersangka itu.

"Sudah ditetapkan berdasarkan surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan pada Jampidsus," kata Hari di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (19/2).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00