10.107 Narapidana Jatim Dapat Remisi Idulfitri

Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono (Dok. Istimewa)

KBRN, Surabaya : Hari Raya Idulfitri menjadi momen kemenangan umat muslim.

Bertepatan dengan momen tersebut, 10.107 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Jawa Timur mendapatkan remisi khusus, dengan 57 di antaranya langsung bebas.

Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengatakan, berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan 22 Mei 2020, jumlah WBP di Jatim adalah 25.183 orang. 

Pada momen Lebaran kali ini, pihaknya telah mengusulkan 11.530 WBP untuk mendapatkan remisi khusus.

Hingga kini, Dirjen Pemasyarakatan telah menyetujui 10.107 WBP yang mendapatkan remisi. 

“Sistem masih akan terus memperbarui data, namun hari ini mayoritas data WBP yang mendapat remisi sudah masuk ke kami,” ujar Krismono, Jumat (22/5/2020).

Karena bersifat khusus, Krismono menjelaskan, bahwa yang berhak mendapatkan remisi Idulfitri hanya WBP yang beragama Islam.

Ketentuan lainnya adalah memenuhi syarat yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan, yakni berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan. 

Untuk tindak pidana umum harus telah menjalani pidana minimal enam bulan dan untuk anak pidana harus telah menjalani pidana lebih dari tiga bulan, dihitung sejak tanggal penahanan sampai hari raya Idulfitri 1441 H tahun 2020.

Sedangkan untuk tindak pidana terkait PP 99 tahun 2012 pasal 34A, syaratnya tetap harus menjalani pidana minimal enam bulan dengan melampirkan syarat-syarat sesuai ketentuan. 

Begitu juga bagi WBP tindak pidana terkait PP 28 tahun 2006 pasal 34 ayat 3, tetap harus menjalani 1/3 masa pidana dan melampirkan syarat-syarat sesuai ketentuan. 

“Remisi yang diberikan paling sedikit 15 hari, dan paling lama 2 bulan,” ujar Krismono.

Remisi ini semakin berarti bagi 57 WBP yang ternyata dinyatakan akan langsung bebas. Krismono menegaskan bahwa seluruh usulan dilakukan secara online, sehingga yang menentukan seorang WBP berhak mendapatkan remisi atau tidak adalah sistem. Pegawai sudah tidak bisa bermain-main dengan cara lama. 

“Ini bentuk komitmen kami, silakan laporkan bila ada penyimpangan seperti pungli karena akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00