OTT Rektor UNJ dan Pejabat Kemendikbud Dipertanyakan

Ilustrasi OTT. (dok.Ist)

KBRN, Jakarta : Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyayangkan adanya aksi tangkap tangan Rektor UNJ dan Pejabat Kemendikbud yang dilakukan KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud, Rabu (22/5/2020) lalu.

"Mendengar informasi ini tadi malam, saya sempat mengontak pak rektor, dan pejabat yang diinformasikan melakukan praktik tidak baik ini. Secara personal sampai sekarang belum bisa menghubungi beliau. Tentu ini disayangkan, tapi setahu saya ini baru pertama kali terjadi. Kalau di Irjen saya tahu betul, belum pernah sejak 2011 sampai 2015. Saya kaget, agak aneh, karena ini belum pernah terjadi seperti itu," kata Ketua MRPTNI, Jamal Wiwoho pada Pro3 RRI, Jumat (22/5/2020).

Menurut Jamal, secara personal pihak yang disebutkan terlibat di kementerian dimaksud merupakan orang baik.

"Saya tahu betul, orang-orang baik. Apa yang terjadi di UNJ itu apakah betul yang diberitakan di media. Ini kan harus ada semacam cek and ricek, jangan sampai kemudian kita mendapatkan informasi sepihak saja," ujarnya. 

Sebagai Majelis Rektor, kata Jamal, tentu dengan adanya kejadian ini pihaknya hanya bisa mengimbau agar kejadian serupa tidak pernah lagi terulang di kemudian hari. 

"Untuk langkah majelis rektor, tentu mengimbau jangan sampai terjadi lagi. Majelis ini kan paguyuban para pimpinan perguruan tinggi. Paguyuban ini lebih menitikberatkan pada hal-hal yang sifatnya komunikasi. Tidak memberikan penilaian, apalagi sanksi. Kalau sanksi kan dari kementerian. Rektor itu diangkat dan diberhentikan oleh menteri," ungkapnya.   

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud) telah melakukan operasi tangkap tangan yang terjadi di Kemendikbud, Rabu (20/5/2020).

"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 WIB, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00