Dampak Covid-19, Tim Budaya Penari Likurai Belu NTT Batal ke Australia

KBRN, Atambua : Dampak mewabahnya Corona Virus Disease 2019 atau disingkat COVID-19, memberikan dampak juga pada promosi budaya ke luar negeri.

Tim penari Likurai asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) batal tampil di Darwin, Australia, akhir Maret 2020 ini.

Hal ini diketahui setelah hasil rapat teknis Dinas Pendidikan Kebudayaan Belu yang tidak merekomendasikan untuk mengeluarkan surat ijin.

kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Hendrikus Andrada dalam pernyataan kepada RRI Rabu (18/3/2020) pagi mengatakan, sebanyak 6 (enam) penari Likurai asal Belu ditunda keberangkatan sebagai akibat mewabahnya virus Corona di beberapa negara, termasuk Australia.

"Kami sudah rapat tanggal 23 Maret ini ada para penari Likurai ke luar Negeri salah satu negara tujuan Australia, itu kami rekomendasikan untuk tidak keluarkan surat ijin dan mereka juga sudah menghadap Wakil Bupati menyampaikan hal itu," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya sesuai kerjasama Pemerintah Daerah dengan pihak Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, sejumlah event besar sempat dilakukan untuk pementasan Tari Likurai, salah satunya Jepang pada 2019 lalu.

Begitupun koreografer ISI Solo, yang mempersiapkan 1.000 penari Likurai untuk pementasan event Festival Fulan Fehan 2018 di Atambua dengan memecahkan Rekor MURI, kemudian juga tampil di Istana Negara pada seremoni acara perayaan peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019 lalu.

Kini akibat wabah Corona, sejumlah agenda kegiatan pentas seni budaya, khususnya untuk mereka yang dari Belu, NTT, ikut terganggu atau dibatalkan. Termasuk undangan ke ajang Festival Celugam di Ternate, akhir Maret ini, ikut batal.

"Kegiatan bisa ditunda, apalagi Australia juga mungkin terganggu juga ini dampak dunia. Seperti daerah-daerah lain itu sampai lockdown empat belas hari," jelas Hen.

Sebelumnya, akibat wabah Corona, lahir surat edaran Bupati Belu, dimana ASN tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, apalagi saat ini Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Wini, maupun PLBN Motamasin perbatasan RI-Timor Leste khusus untuk akses perlintasan orang dibatasi selama beberapa waktu ke depan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00