Disebut Penyebab Virus Corona di Wuhan, Kelelawar di Tempat Ini Jadi Obat Asma

KBRN, Surakarta : Binatang kelelawar masih diminati sebagian masyarakat untuk dikonsumsi, karena sebuah keyakinan turun temurun bahwa kelelawar buah atau disebut kalong dapat menjadi obat alternatif penyakit asma. 

Belum lama ini, binatang malam itu disebut sebut sebagai penyebar virus corona di Wuhan Cina. Namun para pedagang kelelawar di Pasar Burung Depok, Solo, masih tetap berjualan.

Salah satu pedagang kalong, Haerullah mengatakan, kelelawar di Pasar Burung Depok masih laku. Dia mengaku sebenarnya khawatir wabah virus corona. Akan tetapi justru warga banyak yang mencari.

"Karena diyakini bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif menyembuhkan penyakit asma atau sesak nafas," ungkap Haerullah, Kamis (20/2/2020).

Haerullah yang berjualan kelelawar sejak 5 tahun lalu itu menceritakan cara mengolah binatang tersebut agar dapat dikonsumsi.

Binatang itu bukan untuk makanan seperti sup yang disajikan di Cina. Tetapi untuk pengobatan alternatif penyakit asma.

"Kelelawar ini setelah dipotong dan dikuliti tersisa dagingnya kemudian dikukus. Ya saya tetap berjualan karena selama ini masih banyak yang mencarinya," ujarnya.

Menurutnya, harga jualnya tidak terlalu mahal. Untuk ukuran kecil dijual harga Rp10 ribu per ekor.  Sedangkan ukuran besar bisa dijualnya Rp100 ribu per ekor.

Jumlah kelelawar yang dijual dalam bulan terakhir ini mencapai 60 ekor. Binatang tersebut didatangkan oleh para penjaring kelelawar dari berbagai daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00