Virus Corona 'Booming' , Omzet Pedagang Kecil Di Kendari Menurun

KBRN, Kendari : Imbauan pemerintah melalui Surat Edaran tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia disetiap lingkungan masyarakat akibat dari wabah virus Corona, tidak saja berakibat pada dampak perekonomian di level menengah hingga atas, tetapi juga berimbas pada pendapatan pedagang kecil di lingkungan masyarakat bawah.

WR. Podoteko Sup Ubi, salah satu warung makan di jalan abunawas Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) terlihat sepi dari pengunjung selama wabah Virus Corona muncul dipermukaan, padahal sebelumnya selalu ramai dikunjungi penikmat makanan khas daerah tersebut termasuk dialami sejumlah tempat-tempat kuliner lainnya di Kota lulo kendari.

Mbak Ninding, pemilik warung sup ubi itu mengaku sejak awal 2020 pembeli yang datang berkunjung ketempat usahanya sudah mulai berkurang, ditambah munculnya wabah virus yang meresahkan manusia sedunia pada februari lalu menambah deretan penurunan omset setiap harinya.

“Iya, mudah-mudahan bukan dampak dari apa-apa (virus Corona), karena kan kadang itu warung ramai, kadang juga sepi, tapi selama tahun ini lebih banyak sepinya daripada ramenya,”ucapnya dengan wajah lesu saat ditemui RRI, selasa malam (17/3/2020).

Tidak saja pengusaha kecil atau pemilik kuliner yang merasakan gundahan itu, tetapi para penggiat kuliner khususnya makanan khas daerah juga menjadi prihatin terhadap para pedagang kecil, seperti diutarakan Rahmat Kalolo salah seorang warga kendari menuturkan dengan adanya virus corona yang mewabah diseluruh belahan dunia, perlunya peran semua pihak yang berkompoten dalam memberikan informasi yang sehat melalui edukasi ke public, tidak dengan cara horror yang membuat masyarakat tersugesti ketakutan hingga berlarut-larut.

“Jadi ada gejala ketakutan psikologis secara masal seperti tersugesti, ini saya kira metode penyampaian informasinya juga perlu diperbaiki, jangan terlalu horror, tapi yang utama diberi edukasi ke public sehingga public bisa memitigasi resikonya secara personal,”kata Rahmat.

Rahmat yang juga pecinta kuliner nasional itu mengapresiasi langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran dari tingkat pusat hingga daerah sebagai solusi pencegahan wabah virus Covid-19.

“Saya kira pengambil kebijakan (pemerintah) sudah mengambil langkah-langkah yang sangat praktis, hingga meliburkan sekolah serta membatalkan pertemuan-pertemuan yang bersifat masal dan ini harus didukung dalam upaya pencegahan,”lanjutnya.

Adapun diantara 11 poin dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sultra dalam mengantisipasi penyebaran wabah virus mematikan itu, masyarakat membatasi kunjungan ketempat umum seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, restaurant dan perhotelan, termasuk kantor tempat kerja, sekolah, serta institusi pendidikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00