Hendi Minta Himabaun Stay At Home Jangan Disepelekan

KBRN, Semarang : Jumlah sebaran virus corona (covid-19) di Kota Semarang mengalami peningkatan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prohadi menyebutkan, data pasien yang terkena covid-19 hingga Senin (6/3/2020) tercatat 57 dinyatakan positif masih dalam perawatan.

Kemudian, sebanyak 15 orang telah meninggal dunia, diantaranya 12 merupakan warga Kota Semarang dan 3 sisanya merupakan warga luar Kota Semarang. Sementara, pasien yang telah sembuh dari virus covid-19 di Kota Semarang ada 6 orang.

Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 168 orang, yang mana 123 orang merupakan warga Kota Semarang dan 45 orang merupakan warga luar Kota Semarang.

"Orang dalam pemantauan (ODP) yang sudah dilakukan rapid test ada 1.501 orang. Ada 9 orang yang dinyatakan positif. Saat ini ODP ada 1.256 orang. Ini terus kami upayakan rapid test," sebut ungkap Hendi, sapaannya, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, sebaran covid-19 di Kota Semarang bukan semakin menurun melainkan semakin meningkat.

Karena itu, Hendi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Semarang untuk tidak menyepelekan kebijakan stay at home atau tetap beraktivitas di rumah saja.

"Jadi sekali lagi, saya mengharap warga Kota Semarang tetap di rumah dan tidak perlu keluar kalau tidak aga yang urgen. Jangan ngeyel karena penyebaran virus corona di Kota Semarang trendnya masih naik setiap harinya," imbaunya.

Pemkot pun berupaya melakukan berbagai hal guna menekan penyebaran virus corona dan menanggulangi dampak yang terjadi akibat penyebaran tersebut antara lain dengan penyemprotan disinfektan yang masih terus berjalan minimal tiga kecamatan setiap hari dan pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak akibat covid-19.

Upaya lain, tambah Hendi, imbauan secara langsung kepada maayarakat melalui Lurah, Camat, Babinsa, Babinkamtibnas, dan sejumlah stakeholder terus dilakukan.

Dia berharap, masyarakat bisa semakin sadar akan bahaya covid-19 dan tetap beraktivitas di rumah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00