Baru Sepekan Di Tahun 2020, 2 Warga Semarang Positif DB

KBRN, Semarang : Memasuki musim hujan dibulan Januari 2020, dinas kesehatan kota Semarang ingatkan bahaya penyakit demam berdarah (DB), tipes dan diare. Bahkan, data ditahun 2019 menyebutkan 14 orang meninggal dunia akibat DB.

Kepala Dinas Kesehatan kota Semarang dr Moch Abdul Hakam ketika ditemui RRI mengatakan, DB ditandai dengan demam akut hingga 5 hari. Jika mengalami demam tersebut, penderita diimbau untuk segera diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Kalau tidak segera mendapat perawatan kesehatan, penderita DB dapat meninggal dunia,” imbuhnya, Senin (6/1/20).

Disampaikan, pencegahan penyakit DB dilakukan dinasnya dengan melakukan sosialisasi pembasmian jentik nyamuk dari tingkat kecamatan hingga RT. Selain itu juga peningkatan SDM dipuskesmas, rumah sakit hingga pengkaderan pencegahan dan pemberantasan DB.

“Kami juga membuat konten video dimedia sosial terkait pencegahan penyakit DB, karena saat ini promosi dan sosialisasi paling efektif yakni melalui media sosial,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari website Dinkes DKK Semarang menyebutkan, pada tahun 2019 terdapat 440 penderita DB dengan 14 korban jiwa. Sedangkan diawal tahun 2020 terdapat dua warga yang positif mengidap peyakit DB, meski kota Semarang baru memasuki musim penghujan.

“Dari pengolahan data diwebsite kami, nanti dibulan april 2020 akan dilakukan evaluasi program yang telah dilakukan,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00